JAYAPURA — Kenaikan nilai sektor asuransi dan dana pensiun Papua pada 2025 berada di atas rata-rata nilai keseluruhan periode pencatatan 2010–2025 yang sebesar Rp 25,02 miliar. Sepanjang 16 tahun, BPS mencatat sektor ini tumbuh rata-rata 5,32 persen per tahun dengan tren naik secara keseluruhan.
Posisi Papua pada 2025 berada di peringkat 30 dari seluruh provinsi di Indonesia untuk indikator ini. Di tingkat Pulau Papua, provinsi ini konsisten menempati urutan pertama sejak 2010 hingga 2025.
Anomali 2023 Penyebab Rata-Rata Tiga Tahun Negatif
Penurunan tajam terjadi pada 2023 sebesar Rp 10,11 miliar. Angka itu menjadi satu-satunya koreksi besar sepanjang sejarah pencatatan sektor asuransi dan dana pensiun di Papua.
Sebelumnya, sektor ini hanya pernah turun sekali pada 2012 sebesar Rp 1 miliar, serta stagnan pada 2020. Setelah koreksi 2023, nilai sektor kembali tumbuh positif secara bertahap pada 2024 dan 2025.
Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yang negatif 5,69 persen lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat turun 0,64 persen. Nilai tertinggi sektor ini pernah dicapai pada 2022 sebesar Rp 35,42 miliar, sementara nilai terendah tercatat pada tahun pertama pencatatan 2010.
Dibandingkan Provinsi Lain, Nilai Papua Masih Kecil
Sejumlah provinsi di peringkat bawah nasional mencatat nilai PDRB sektor yang sama lebih besar dari Papua. Kepulauan Bangka Belitung di peringkat 27 nasional membukukan Rp 73,29 miliar, atau lebih dari 2,5 kali lipat nilai Papua.
Aceh di peringkat 28 mencatat Rp 70,78 miliar dengan pertumbuhan 6,01 persen. Gorontalo di peringkat 29 sebesar Rp 39,87 miliar dan tumbuh 6,6 persen, salah satu pertumbuhan terbaik di kelompok provinsi peringkat bawah.
Sulawesi Tenggara di peringkat 31 mencatat Rp 27,9 miliar dengan pertumbuhan 4,73 persen, hanya terpaut sekitar Rp 0,39 miliar dari Papua. Adapun Papua Barat Daya di peringkat 32 menjadi satu-satunya provinsi di kelompok ini yang mencatat pertumbuhan negatif, turun 3,01 persen menjadi Rp 24,49 miliar.
Posisi Papua Barat Daya di Pulau Papua
Di wilayah Pulau Papua, Papua Barat Daya berada di urutan kedua tepat di bawah Papua. Nilai provinsi pemekaran itu sekitar Rp 3,8 miliar lebih rendah dibandingkan capaian Papua pada 2025.
Data BPS menunjukkan nilai absolut PDRB sektor asuransi dan dana pensiun Papua masih tertinggal dari provinsi lain di peringkat bawah nasional, meski pertumbuhannya pada 2025 tergolong positif. Pemulihan dua tahun terakhir menjadi modal untuk menutup dampak koreksi 2023.