Pencarian

BMP Papua Barat Daya Gelar Doa Lintas Agama di Pantai Reklamasi Sorong, 4 Komitmen Kerukunan Dibacakan

Senin, 19 Oktober 2026 • 13:46:01 WIB
BMP Papua Barat Daya Gelar Doa Lintas Agama di Pantai Reklamasi Sorong, 4 Komitmen Kerukunan Dibacakan
Tokoh lintas agama membacakan deklarasi empat komitmen kerukunan di atas panggung berlatar perairan Pantai Reklamasi Sorong.

SORONG — Doa bersama dihadiri para tokoh lintas agama yang kemudian membacakan deklarasi berisi empat komitmen utama. Isinya: menjaga persatuan dan kerukunan, senantiasa berdoa demi keamanan dan kedamaian, mensyukuri serta merawat anugerah kedamaian, dan mendukung pembangunan daerah dengan menolak provokasi, berita bohong atau hoaks, serta ujaran kebencian.

Deklarasi dibacakan bersama oleh tokoh agama Islam H. Muyono, tokoh agama Buddha Romo Sutrisno, tokoh agama Kristen Pendeta Simon Wetan, S.Th., tokoh agama Hindu I Ketut Sarta, serta tokoh agama Katolik Pater Lewi Ibori, MM. Pembacaan berlangsung di atas panggung dengan latar perairan Pantai Reklamasi.

Fatrah Soltief: Persatuan Adalah Harta Terbesar Papua

Wakil Ketua I BMP RI Fatrah M. Soltief menegaskan kekayaan terbesar masyarakat Papua bukan hutan, laut, emas, tembaga, maupun sumber daya alam lainnya. Menurutnya, persatuan yang diwariskan para leluhur adalah harta yang sebenarnya.

"Tujuan kita memohon keberkahan dari Sang Khalik, Sang Pencipta, agar tanah ini selalu menjadi tanah yang diberkahi, tanah yang menjadi berkat bagi banyak orang, tanah yang penuh damai, penuh senyum, serta penuh tegur sapa," ujar Fatrah.

Ia menyebut keberagaman agama, suku, dan budaya sebagai kekuatan yang harus terus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, tercermin dari warga Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Buddha, dan berbagai latar belakang lain yang tetap satu dalam persaudaraan.

"Harta kekayaan kita yang besar itu adalah persatuan. Kita diwariskan dalam persatuan, berbeda-beda tetapi satu," tegasnya.

Berawal dari Kunjungan Panti Asuhan hingga Pembagian Sembako

Rangkaian agenda BMP RI Papua Barat Daya tidak dimulai dari pantai. Pengurus lebih dulu mengunjungi panti asuhan dan menggelar berbagai aktivitas di tingkat DPC kabupaten dan kota, mulai dari seminar hingga pembagian sembako.

Fatrah berharap doa lintas agama memperkuat ikatan persaudaraan warga Papua Barat Daya. Ia menilai masyarakat tidak boleh mudah terpecah oleh perbedaan maupun provokasi.

"Kami Laksanakan giat doa bersama lintas agama bekerjasama dengan FKUB dengan tujuan Tanah Papua Damai Selalu, menjadi tanah yang diberkahi, rumah besar anak negeri, dan tanah papua menjadi tanah damai yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama," sambungnya.

Pemprov: Bukan Sekadar Seremonial

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan sambutan yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya Drs. George Japsenang, M.Si. Pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak penyelenggara kegiatan.

Dalam sambutan itu, Pemprov menegaskan doa bersama lintas agama bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut disebut sebagai wujud nyata persaudaraan, toleransi, dan komitmen bersama menjaga kedamaian di Tanah Papua.

Pemerintah mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan terpecah belah, melainkan sebagai kekuatan membangun daerah. Para tokoh agama diharapkan terus berperan menanamkan nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Bagi BMP RI bersama para tokoh agama dan elemen masyarakat, persatuan diharapkan tidak berhenti pada deklarasi. Nilai itu mesti diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan generasi Papua.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koreri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks