Pencarian

UMKM Binaan Astra Kantongi Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 • 13:52:01 WIB
UMKM Binaan Astra Kantongi Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp 104,9 miliar melalui 12 MoU dan 19 LoI di Trade Expo Indonesia 2026.

PAPUA — Sebanyak 12 nota kesepahaman dan 19 Letter of Intent mengunci potensi transaksi Rp 104,9 miliar bagi UMKM binaan PT Astra International Tbk di Trade Expo Indonesia 2026. Nilai itu didominasi potensi ekspor Rp 103,14 miliar, sementara kerja sama dengan jaringan ritel dalam negeri menyumbang Rp 1,76 miliar.

Pameran yang digelar 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, itu mempertemukan produk binaan Astra dengan pembeli mancanegara maupun peritel lokal. Komoditas yang ditawarkan mencakup pertanian, kopi, teh, kakao, hasil perikanan, hingga olahan pangan dan minuman.

Ekspor Kakao Sikka hingga Teri Nasi Jepara

Sejumlah kesepakatan ekspor tercatat selama gelaran TEI 2026. Kakao dari Sikka menembus pasar Australia, sementara teri nasi (anchovy) dari Jepara menyasar Jepang.

Dari Jambi, komoditas pinang mencatatkan kesepakatan untuk pasar India. Green bean kopi Cikoneng diarahkan ke Inggris, ekstrak bunga telang ke Korea, serta herbs and spices Banyuwangi ke Pakistan.

Pasar domestik juga digarap lewat kerja sama dengan jaringan ritel. Produk yang didistribusikan antara lain gula aren mini cube dan minuman rempah untuk kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Dua Belas MoU dan Sembilan Belas LoI

Total potensi transaksi Rp 104,9 miliar terbagi ke dalam 12 MoU dan 19 LoI. Komposisinya timpang: porsi ekspor Rp 103,14 miliar, sedangkan kesepakatan ritel dalam negeri Rp 1,76 miliar.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang menyebut capaian itu sebagai hasil kolaborasi multipihak untuk memperluas jangkauan produk UMKM lokal ke pasar global.

"Astra berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi dan produk unggulannya agar semakin berdaya saing, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi bangsa," ujar Boy dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026).

Peran Desa Sejahtera Astra Export Champion

Capaian itu merupakan bagian dari kontribusi sosial Astra melalui program Desa Sejahtera Astra Export Champion. Program ini dijalankan bersama Kementerian Perdagangan RI dan Kadin Indonesia.

Rangkaian kegiatannya mencakup pelatihan ekspor, kurasi produk, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching. Pendampingan semacam ini menjadi krusial bagi UMKM yang ingin menembus pasar luar negeri, terutama soal kesiapan dokumen dan standar kualitas.

Bagi pelaku usaha binaan, nilai riil baru akan terasa saat MoU dan LoI berubah menjadi kontrak pengiriman. Pembeli internasional umumnya menuntut konsistensi pasokan dan sertifikasi, dua hal yang kerap menjadi hambatan UMKM naik kelas.

Peta Jalan Setelah Pameran

TEI 2026 menjadi ajang pembuktian bahwa produk desa mampu bersaing di pasar global. Namun keberlanjutan pesanan akan bergantung pada kapasitas produksi dan ketepatan waktu pengiriman masing-masing kelompok tani dan UMKM.

Astra belum memerinci target konversi dari potensi transaksi tersebut. Yang jelas, komposisi ekspor yang mendominasi menunjukkan orientasi program ini lebih berat ke penetrasi pasar luar negeri ketimbang distribusi domestik.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks