JAYAPURA — Jaringan Penelitian Perempuan Port Moresby resmi diluncurkan setelah menyatukan para lulusan program Strongim Risets Kapasiti Bilong Ol Meri. Inisiatif ini berjalan lewat Kemitraan PNG-Australia bersama Pusat Studi APEC Australia di RMIT University.
Pelatihan berlangsung di ibu kota Papua Nugini itu pada 2025 dan 2026. Sebanyak 40 peserta mengikuti lokakarya untuk memperkuat keterampilan praktis di desain penelitian, analisis dan manajemen data, penulisan akademis dan hibah, kepemimpinan, kerja tim, hingga keterlibatan kebijakan.
Bekal Komunikasi Bukti ke Pembuat Keputusan
Materi pelatihan juga mencakup cara mengomunikasikan bukti kepada para pembuat keputusan. Keterampilan itu dinilai penting agar temuan penelitian tidak berhenti di ruang akademik.
Jaringan yang terbentuk akan memungkinkan anggota terus bekerja sama melalui pendampingan sebaya, berbagi pengetahuan, dan penelitian kolaboratif. Para peneliti akan menyodorkan bukti soal isu yang memengaruhi masyarakat di seluruh Papua Nugini, termasuk pertanian, pendidikan, ekonomi, mata pencaharian perkotaan, kesehatan, dan penyediaan layanan.
Angkat Perspektif yang Kerap Tak Terlihat
Dengan memanfaatkan keahlian profesional dan pengalaman hidup, anggota jaringan bertujuan menghasilkan penelitian yang mencerminkan prioritas perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat pedesaan. Kelompok-kelompok itu dinilai jarang terwakili dalam diskusi kebijakan.
Peneliti Institut Penelitian Nasional Papua Nugini, Logea Nao, menyebut jaringan ini memberi platform lebih kuat bagi peneliti perempuan untuk berkolaborasi dan mendorong perubahan.
"Jaringan ini lebih dari sekadar memperkuat keterampilan penelitian. Ini tentang memastikan perempuan dapat merumuskan pertanyaan, menghasilkan bukti yang kredibel, dan membantu membentuk keputusan yang memengaruhi masyarakat. Ketika peneliti perempuan memimpin dan keahlian mereka didengar, Papua Nugini memperoleh penelitian yang lebih kuat dan solusi yang lebih inklusif," kata Nao.
Rencana Perluasan ke Lae dan Goroka
Jaringan Penelitian Perempuan Port Moresby diharapkan berkembang seiring anggota menerapkan keterampilan, membimbing peneliti muda, dan menjalankan riset bersama. Jaringan serupa direncanakan diluncurkan di Lae dan Goroka setelah lokakarya di kedua pusat tersebut.
Peluncuran di Port Moresby menjadi langkah lanjutan untuk menghubungkan peneliti perempuan. Bukti yang berbasis lokal diharapkan berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan kelembagaan yang lebih kuat di seluruh Papua Nugini.