JAYAPURA — Komisioner PNGEC Nicole Haley mengungkapkan bahwa sejak dirinya dilantik dua bulan lalu, persiapan Pemilu 2027 berada jauh di belakang jadwal. Pengangkatan Haley sebagai komisioner terjadi di tengah upaya menutup kesenjangan kesiapan pemilihan yang dinilainya masih lebar.
Haley menyampaikan keterangan itu pada sidang dengar pendapat publik hari Jumat yang difasilitasi Komite Parlemen Khusus tentang Pemilihan Umum. Sidang tersebut dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Minggu (11/10/2026).
Sejumlah Aspek Persiapan Masih Perlu Dibenahi
Menurut Haley, banyak aspek persiapan pemilihan yang belum tuntas. Ia menyoroti kekurangan sumber daya yang serius di seluruh siklus pemilihan serta salah urus keuangan yang parah di dalam komisi pemilihan.
“Ketidaktegasan dari manajemen sebelumnya untuk mencoba dan mengadopsi teknologi baru, kegagalan untuk memajukan reformasi pemilihan dan melakukan pekerjaan perbaikan batas wilayah yang diperlukan, semuanya telah berkontribusi pada keadaan saat ini,” katanya.
Dengan setidaknya enam bulan tersisa sebelum pemilihan berikutnya, Komite Parlemen Khusus tentang Pemilihan Umum menggelar sidang dengar pendapat kedua. Forum itu dimaksudkan menjaring informasi terbaru soal persiapan pemilihan dari para pemangku kepentingan terkait.
Hal yang Dibenahi Haley Sejak Dilantik
Haley menegaskan dirinya berupaya mengurangi kesenjangan kesiapan pemilu sekaligus menangani masalah lama. Ia menyebut tiga area yang jadi perhatian: tata kelola internal, manajemen sumber daya manusia, dan kepatuhan keuangan.
“Saya telah berupaya mengurangi kesenjangan kesiapan pemilu sekaligus mengatasi masalah-masalah lama terkait tata kelola internal, manajemen sumber daya manusia, dan kepatuhan keuangan,” ucapnya.
Ia menegaskan PNGEC tetap mampu menyelenggarakan pemilu sesuai amanat konstitusi. Namun, tambahnya, waktu yang lebih panjang akan membuat kualitas penyelenggaraan lebih baik.
“Kita pasti bisa menyelenggarakan pemilu. Tentu saja, jika kita memiliki lebih banyak waktu, kita bisa menyelenggarakan pemilu yang lebih baik. Saya hanya menyadari persyaratan konstitusional terkait penyelenggaraan pemilu, dan itulah yang sedang kita upayakan.”
Manfaat Penuh Diperkirakan Baru Terasa pada 2032
Haley menyebut sejumlah perbaikan yang tengah dijalankan tidak akan langsung terasa pada Pemilu 2027. Menurutnya, manfaat dari langkah-langkah pembenahan itu baru akan terlihat sepenuhnya pada siklus pemilu berikutnya.
“Itulah mengapa saya mengatakan bahwa ada hal-hal tertentu yang menurut saya manfaatnya baru akan terasa sepenuhnya pada tahun 2032,” ujarnya.
Selain PNGEC, sidang panel tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lain. Hadir dalam forum itu Angkatan Pertahanan PNG, Kepolisian Kerajaan PNG, Departemen Manajemen Personalia, Departemen Keuangan, dan Departemen Perdana Menteri.