JAYAPURA — Personel Angkatan Laut Indonesia turun langsung ke permukiman warga Honiara, bukan sekadar menyerahkan paket bantuan dari atas kapal. Mereka mendistribusikan perlengkapan penting, bahan bangunan, perlengkapan keagamaan, peralatan olahraga, dan barang pendukung masyarakat lain ke warga serta lembaga setempat.
Di komunitas White River, personel TNI AL bahu-membahu dengan warga merenovasi dan mengecat ulang lapangan basket. Kerja bersama itu jadi simbol yang ingin ditonjolkan: saling menghormati dan persahabatan antara Indonesia dan rakyat Kepulauan Solomon.
Bantuan Diserahkan Langsung ke Empat Titik
Penyerahan bantuan dilakukan resmi oleh Kolonel (Angkatan Laut) Bendictus Hery Murwanto kepada perwakilan komunitas White River, Masjid Mbokonavera, dan Gereja Anglikan Vura. Kegiatan itu juga dihadiri Atase Pertahanan Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Kolonel Suiyanto, serta Asisten Atase Pertahanan Mayor Ferdianto.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan makan bersama antara personel TNI AL dan warga setempat. Momen itu membuka ruang interaksi dan pertukaran budaya yang lebih cair dibanding forum resmi.
Masjid Mbokonavera, Satu-satunya Masjid Aktif di Ibu Kota
Dari empat lokasi sasaran, Masjid Mbokonavera punya posisi khusus. Tempat ibadah itu satu-satunya masjid aktif bagi komunitas Muslim di Honiara dan jadi pusat spiritual utama para mualaf lokal serta warga Muslim yang tinggal di ibu kota.
Saat singgah di masjid tersebut, personel angkatan laut menyerahkan perlengkapan penting, bahan bangunan, dan peralatan keagamaan untuk mendukung jamaah setempat. Menurut laporan terbaru, ada sekitar 350 umat Muslim di Kepulauan Solomon, tersebar dalam jumlah kecil di Honiara, Provinsi Malaita, dan Kepulauan Russell.
Di Honiara sendiri terdapat dua aliran utama, yakni Islam Sunni yang berbasis di Masjid Mbokonavera dan Komunitas Muslim Ahmadiyah di Kolaridge. Masjid Mbokonavera juga dikenal sebagai Masjid Mbokonavera Satu atau Pusat Islam.
Kepulauan Solomon: 566.800 Jiwa, Mayoritas Kristen
Kepulauan Solomon merupakan negara kepulauan seluas 10.985 mil persegi dengan populasi 566.800 jiwa. Sekitar 92 persen penduduknya berafiliasi dengan gereja Kristen: Anglikan 35 persen, Katolik Roma 19 persen, Injili Laut Selatan 17 persen, Metodis 11 persen, dan Advent Hari Ketujuh 10 persen.
Diperkirakan 5 persen penduduk, sebagian besar dari komunitas Kwaio di Pulau Malaita, masih menganut agama animisme asli. Kelompok yang secara keseluruhan berjumlah kurang dari 5 persen populasi meliputi Muslim, Iman Baha'i, Saksi Yehova, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (Mormon), Gereja Unifikasi, dan gereja-gereja asli yang memisahkan diri dari denominasi Kristen utama.
Diplomasi Kemanusiaan lewat Kapal Rumah Sakit
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Port Moresby menyambut baik inisiatif kemanusiaan ini sebagai kontribusi penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Kepulauan Solomon. Diplomasi kemanusiaan dan keterlibatan langsung dengan masyarakat dinilai lebih efektif memupuk persahabatan yang langgeng di kawasan Pasifik.
Kunjungan Pelabuhan Gugus Tugas Gabungan 2026 juga mencerminkan komitmen Angkatan Laut Indonesia memajukan diplomasi maritim dan membina hubungan lebih erat dengan negara-negara sahabat. Kontribusi yang dirasakan langsung warga dinilai jadi kunci menjaga kedekatan itu tetap hidup.