JAYAPURA — Forum SOBAT, organisasi yang digawangi pengurus OAP namun terbuka untuk semua kalangan, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Sisilia Mehue. Salah satu yang paling kritis adalah soal Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dijanjikan untuk program pembinaan pemuda, namun hingga saat ini belum ada kejelasan realisasi dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan dinas terkait.
"Tujuan utamanya adalah mendengar aspirasi dari Forum SOBAT ini, terutama anak-anak muda OAP yang selama ini sudah bergerak langsung di lapangan menolong teman-teman mereka yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba," kata Sisilia dalam rilis yang diterima, Minggu (24/5).
Dalam pertemuan tersebut, Forum SOBAT meminta perhatian lebih karena anak-anak muda Papua saat ini dinilai sangat rentan terhadap penularan HIV akibat pergaulan bebas. Mereka juga mendesak pemerintah untuk memberikan pelatihan dan membuka lapangan kerja bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) serta mereka yang telah pulih dari kecanduan, agar memiliki penghasilan tetap.
Sisilia mengamini bahwa persoalan ekonomi menjadi pemicu utama. Kondisi yang tidak menentu membuat banyak anak muda mencari "easy money" atau uang cepat dengan cara yang tidak benar. Ia pun mempertanyakan efektivitas penyaluran dana Otsus selama ini.
"Saya sempat bertanya-tanya juga OTSUS itu dipakai bikin apa, kenapa kitong tra rasa," ucapnya dengan nada prihatin.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sisilia menegaskan akan membawa persoalan ini ke Poksus (Kelompok Khusus) DPRP dan berkoordinasi dengan Komisi V yang membidangi urusan sosial. Ia juga mendorong agar Balai Latihan Kerja (BLK) bisa menampung anak-anak jalanan, memberi pelatihan, dan menyiapkan lapangan kerja.
"Kami akan sampaikan kepada Pimpinan DPRP sebagai laporan dan juga akan mendorong dari Poksus untuk menjadi perhatian serta membangun komunikasi dengan dinas-dinas terkait serta Pemprov," jelasnya.
Forum SOBAT sendiri berencana mengadakan dialog terbuka bersama anak-anak jalanan. Sisilia berjanji akan menopang kegiatan tersebut dan meminta Gubernur Papua untuk memberikan perhatian, setidaknya dengan memberi pekerjaan bagi para relawan forum yang setiap malam turun ke jalan membantu anak-anak muda yang terjerumus.
Sisilia menekankan bahwa generasi muda OAP adalah pemegang masa depan Papua. Ia mengingatkan bahwa perjuangan menjaga tanah adat tidak akan berarti jika generasi penerusnya hancur akibat HIV dan narkoba.
"Generasi muda, terlebih khusus OAP ini yang akan pegang masa depan Papua. Jadi mereka harus diselamatkan dari ancaman HIV/AIDS. Kita bisa berteriak tentang tanah adat harus dijaga, tapi kalau tong pu generasi tra ada yang jaga nanti orang lain yang datang nikmati," tutupnya.