Pencarian

Tokoh Adat hingga Uskup di Papua Minta Publik Tak Terpancing Narasi Negatif Film Pesta Babi

Minggu, 31 Mei 2026 • 12:13:01 WIB
Tokoh Adat hingga Uskup di Papua Minta Publik Tak Terpancing Narasi Negatif Film Pesta Babi
Tokoh adat Papua menyampaikan kekecewaan atas penggunaan gambar tanpa izin dalam film dokumenter Pesta Babi.

PAPUA — Polemik film dokumenter Pesta Babi mendapat respons keras dari lintas elemen masyarakat Papua. Tokoh perempuan adat Papua, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, mengaku kecewa karena dirinya tidak diberi tahu bahwa aktivitas yang diikutinya akan dijadikan bagian dari film dengan narasi tertentu.

“Saya kecewa karena nama dan wajah saya dipakai tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Mama Sinta menegaskan, kebutuhan utama masyarakat Papua saat ini bukanlah narasi konflik, melainkan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan yang lebih baik. “Masyarakat Papua ingin hidup damai dan sejahtera,” katanya.

Uskup Agung Merauke: Papua Juga Punya Cerita Persaudaraan

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, ikut angkat bicara. Ia meminta publik untuk bersikap kritis terhadap isi film tersebut. Menurutnya, gambaran tentang Papua tidak bisa direduksi hanya pada sisi konflik semata.

“Papua tidak hanya bicara soal konflik, tetapi juga tentang persaudaraan, pembangunan, dan harapan masyarakat untuk maju,” tuturnya.

Pemerintah Tegaskan Pendekatan Kesejahteraan di Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pembangunan di Papua dilakukan dengan pendekatan komprehensif. Bukan melalui pendekatan keamanan semata, melainkan kesejahteraan, dialog, dan penghormatan terhadap budaya lokal.

“Papua harus dibangun dengan pendekatan komprehensif yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah, kata Djamari, terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Program ketahanan pangan juga digencarkan untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menilai Papua memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru nasional.

Tokoh Pemuda Ingatkan Generasi Muda agar Tak Mudah Terprovokasi

Tokoh pemuda Papua, Paulinus Ohee, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat memecah belah. Menurutnya, Papua saat ini membutuhkan stabilitas, persatuan, dan optimisme.

“Tanpa kondisi yang stabil, pembangunan tidak akan berjalan maksimal dan manfaatnya tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat asli Papua,” ujarnya.

Berbagai pihak menilai masa depan Papua harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, dan generasi muda. Papua dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah yang maju, aman, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagikan
Sumber: papuadalamberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks