Pencarian

Tokoh Adat Papua Mama Sinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya Terkait Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 30 Mei 2026 • 02:13:02 WIB
Tokoh Adat Papua Mama Sinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya Terkait Film Dokumenter Pesta Babi
Mama Sinta resmi melaporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya terkait film dokumenter Pesta Babi.

JAKARTA — Langkah hukum ditempuh Yasinta Moiwend, yang akrab disapa Mama Sinta, setelah film dokumenter Pesta Babi beredar. Ia melaporkan Ketua LBH Merauke, JTW, ke Polda Metro Jaya. Laporan resmi teregister pada Jumat (29/5/2026) malam.

Alasan Pelaporan: Keamanan dan Kerahasiaan Terancam

Kuasa hukum Mama Sinta, TS Hamonangan Daulay, menjelaskan bahwa laporan ini bersifat perorangan terhadap JTW. "Ini yang kita laporkan ini adalah untuk perorangan. Perorangan, eh ada Ketua LBH Merauke. Ketua LBH Merauke, inisialnya adalah JTW," kata Daulay di Gedung Polda Metro Jaya.

Daulay menyinggung soal keamanan dan kerahasiaan Mama Sinta sebagai alasan utama pelaporan. Namun, ia belum merinci lebih jauh isi film dokumenter Pesta Babi yang menjadi pemicu sengketa hukum ini.

Film Pesta Babi: Dokumenter yang Memicu Kontroversi

Film Pesta Babi merupakan sebuah karya dokumenter yang mengangkat tema tertentu di wilayah adat Merauke. Keberadaan film ini dinilai oleh Mama Sinta dan kuasa hukumnya telah melanggar batas privasi dan keamanan dirinya sebagai tokoh adat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Ketua LBH Merauke, JTW, maupun dari LBH Merauke terkait laporan polisi tersebut. Polda Metro Jaya juga belum memberikan pernyataan soal tindak lanjut laporan ini.

Fakta Singkat Kasus Ini:

  • Pelapor: Yasinta Moiwend (Mama Sinta), tokoh adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan.
  • Terlapor: JTW, Ketua LBH Merauke.
  • Lokasi Pelaporan: Polda Metro Jaya, Jakarta.
  • Nomor Laporan: LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 29 Mei 2026.
  • Pemicu: Film dokumenter berjudul Pesta Babi.

Langkah Hukum Selanjutnya

Proses hukum kini bergulir di wilayah hukum Polda Metro Jaya, meskipun para pihak berasal dari Merauke, Papua Selatan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Mama Sinta dalam menempuh jalur hukum untuk kasus yang menyangkut namanya.

Publik Papua, khususnya komunitas adat di Merauke, menunggu perkembangan lebih lanjut dari laporan ini. Kasus ini juga menyoroti pentingnya etika dalam produksi film dokumenter yang menyangkut tokoh dan budaya lokal.

Bagikan
Sumber: daerah.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks