JAYAPURA — Kampung Ganda, sebuah permukiman yang secara administratif masuk wilayah perbatasan antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Yalimo, perlahan mendapat perhatian dari pemerintah. Warga yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan publik dan infrastruktur kini mulai mendengar kabar tentang rencana pembangunan di wilayah mereka.
Letak geografis Kampung Ganda yang berada di area perbatasan dua kabupaten membuatnya kerap terlupakan dalam perencanaan pembangunan. Akses jalan yang rusak dan minimnya transportasi menjadi keluhan utama warga selama bertahun-tahun. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya sinyal telekomunikasi dan listrik.
Seorang tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa warga kerap harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai pusat kecamatan atau pasar terdekat. Anak-anak pun kesulitan bersekolah karena jarak dan medan yang berat.
Pemerintah Kabupaten Jayapura dikabarkan telah memasukkan Kampung Ganda dalam prioritas pembangunan infrastruktur dasar tahun anggaran mendatang. Beberapa program yang direncanakan meliputi pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan sederhana, serta pengadaan fasilitas kesehatan keliling.
“Kami sudah menyampaikan kebutuhan warga ke dinas terkait. Alhamdulillah, ada respons positif. Kami berharap realisasinya segera,” ujar seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga Kampung Ganda berharap program yang direncanakan tidak hanya berhenti di atas kertas. Mereka ingin ada tindak lanjut nyata, seperti pengiriman alat berat untuk membuka jalan dan penempatan tenaga kesehatan secara berkala.
Selain infrastruktur, warga juga mendambakan akses pendidikan yang lebih dekat. Saat ini, anak-anak usia sekolah harus menempuh perjalanan yang melelahkan hanya untuk sampai ke sekolah dasar terdekat.
Meski titik terang mulai terlihat, warga tetap waspada. Mereka berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada janji, tetapi segera mengirimkan tim teknis untuk memulai pembangunan. Jika terealisasi, Kampung Ganda bisa menjadi contoh bagaimana daerah perbatasan yang terpinggirkan akhirnya mendapat haknya sebagai bagian dari Indonesia.