MIMIKA — YPMAK resmi menggandeng UPN Veteran Yogyakarta untuk membuka program beasiswa bagi mahasiswa asli Papua, khususnya dari Suku Amungme dan Kamoro. Program ini menyasar lima suku kekerabatan yang bermukim di wilayah operasional PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Beasiswa ini tidak hanya diperuntukkan bagi Suku Amungme dan Kamoro. YPMAK memperluas cakupan hingga mencakup lima suku kekerabatan yang secara historis dan geografis berada di kawasan Mimika. Langkah ini menjadi upaya konkret pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat adat setempat.
Pendaftaran program telah dibuka sejak awal tahun ajaran 2025. Mahasiswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di berbagai fakultas yang tersedia di UPN Veteran Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Pulau Jawa.
Pemilihan UPN Veteran Yogyakarta didasari oleh reputasi akademik dan kesiapan kampus dalam menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah. YPMAK menilai kampus ini memiliki fasilitas dan kurikulum yang mendukung adaptasi mahasiswa Papua, termasuk program pembinaan khusus selama masa studi.
“Kami ingin anak-anak Amungme dan Kamoro tidak hanya sekolah, tapi juga tumbuh di lingkungan akademik yang kompetitif. UPN Veteran Yogyakarta memberikan itu,” ujar perwakilan YPMAK dalam keterangan resmi.
Program ini diharapkan mampu memutus rantai kesenjangan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat adat di Papua Tengah. Selama ini, keterbatasan infrastruktur dan biaya menjadi hambatan utama bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan studi ke luar provinsi.
YPMAK mencatat, sejak program serupa dimulai pada tahun-tahun sebelumnya, puluhan mahasiswa asli Mimika telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di berbagai universitas di Indonesia. Sebagian dari mereka kini kembali dan bekerja di sektor publik maupun swasta di Papua.
YPMAK berkomitmen memberikan pendampingan akademik dan non-akademik selama mahasiswa menjalani perkuliahan di Yogyakarta. Tim pendamping dari yayasan akan berada di lokasi untuk memantau perkembangan belajar dan keseharian mahasiswa.
“Kami tidak hanya mengirim mereka kuliah, tapi juga memastikan mereka bertahan dan lulus tepat waktu,” tambah perwakilan YPMAK.