PAPUA — Kabar ini pertama kali disampaikan jurnalis Alfredo Pedulla pada 23 Mei lalu dan kemudian dikonfirmasi pakar transfer Fabrizio Romano. Lazio bergerak cepat mencari pengganti setelah Sarri kecewa terhadap kebijakan transfer klub dan terus-menerus diprotes kelompok suporter ultras.
Sarri sebenarnya masih terikat kontrak untuk musim depan. Namun kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama lebih awal. Pelatih berusia 67 tahun itu disebut-sebut bakal memulai tantangan baru di Atalanta.
Keputusan Sarri hengkang tak lepas dari hasil buruk Lazio dalam dua musim terakhir. Klub gagal lolos ke kompetisi Eropa secara beruntun — catatan terkelam di era kepemimpinan presiden Claudio Lotito. Situasi internal memanas setelah Sarri mengkritik arah perekrutan pemain dan mendapat tekanan dari kelompok ultras.
Bagi Gattuso, pekerjaan di Lazio menjadi kesempatan emas untuk bangkit. Pria berusia 46 tahun itu sebelumnya gagal total bersama Timnas Italia — tidak mampu membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah di play-off dari Bosnia dan Herzegovina.
Beberapa nama lain sempat masuk radar Lazio, termasuk pelatih Atalanta Raffaele Palladino. Namun Gattuso memenangkan persaingan berkat karakter keras dan pengalaman panjang di Serie A. Ia pernah menangani AC Milan, Napoli, dan Valencia.
Gattuso mewarisi skuad yang butuh perombakan besar. Target utama Lazio musim depan: kembali bersaing di papan atas Serie A dan merebut tiket ke kompetisi Eropa. Tekanan langsung mengingat dua musim tanpa Eropa menjadi pukulan telak bagi finansial dan gengsi klub.
Keputusan manajemen memilih Gattuso menunjukkan arah baru: mengedepankan figur disiplin dan berpengalaman daripada nama besar. Lazio berharap kegagalan Gattuso di timnas hanyalah kebetulan, bukan pertanda kemunduran karier.