NABIRE — Dinas Peternakan Kabupaten Nabire menerjunkan 26 petugas, termasuk dokter hewan, untuk memeriksa kesehatan 399 hewan kurban di berbagai masjid. Pemeriksaan ini mencakup hewan bantuan Presiden, bantuan pemerintah daerah, maupun sumbangan dari masyarakat.
Plt Kepala Dinas Peternakan Nabire, I Dewi Ayu Dwita, menyatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan membagi petugas ke dalam beberapa zona wilayah. “Hari ini petugas dari dinas mendatangi masjid-masjid melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan sebelum dipotong terhadap hewan kurban,” katanya di Nabire, Selasa.
Pada tahap antemortem, petugas mengecek kondisi fisik hewan secara detail. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kulit, serta tanda-tanda penyakit menular pada ternak.
Menurut Dewi, proses ini tidak hanya berlaku untuk hewan bantuan pemerintah, tetapi juga seluruh hewan kurban milik masyarakat yang disalurkan melalui masjid. “Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan,” ujarnya.
Setelah penyembelihan, petugas kembali melakukan pemeriksaan postmortem terhadap organ dalam hewan. Langkah ini bertujuan memastikan daging yang akan dibagikan benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.
“Petugas akan memeriksa organ dalam hewan kurban yang terindikasi tidak normal ataupun terinfeksi penyakit,” jelas Dewi. Ia menambahkan, jika ditemukan penyakit ringan, daging masih bisa dikonsumsi setelah melalui penanganan tertentu. Namun, jika terdeteksi penyakit berat dan berbahaya, hewan tersebut wajib dimusnahkan dan tidak boleh dibagikan.
Dinas Peternakan Nabire mengimbau dewan kemakmuran masjid (DKM) untuk aktif memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat. Selain itu, hewan harus mendapatkan perawatan yang baik, termasuk pemberian makan dan minum yang cukup sebelum penyembelihan dilakukan.