JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mencatatkan sejarah baru di sektor kelautan dengan pengiriman ekspor perdana ikan dari PPI Paumako, Mimika. Gubernur Meki Nawipa menyebut pengiriman ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa sumber daya laut daerah mulai diakui di pasar dunia.
“Ini adalah tonggak penting bagi ekonomi Papua Tengah. Ini bukti bahwa kekayaan laut kita mulai menjangkau pasar global,” ujar Nawipa dalam sambutannya saat pelepasan ekspor, Selasa (19/11/2024).
Ekspor perdana terdiri dari tiga kontainer ikan bawal yang ditangkap oleh nelayan dari Kampung Akar, Kipia, dan Prerongo. Ikan-ikan tersebut akan dikirim ke sejumlah negara tujuan ekspor yang belum disebutkan secara rinci oleh pemerintah daerah.
Menurut Nawipa, sekitar 10.000 nelayan di Mimika menggantungkan hidup dari hasil laut. Ekspor ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras mereka yang selama ini hanya melayani pasar lokal.
Untuk mendukung sektor perikanan, pemerintah provinsi akan memberikan 10 unit kapal dan mesin kepada nelayan setempat tahun ini. Jika program ini berhasil, jumlahnya akan ditambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya tiga kontainer ikan. Bagi kami, ini simbol harapan, keberanian, dan kemampuan masyarakat pesisir Papua Tengah bersaing di pasar global,” kata Nawipa.
Pelabuhan Perikanan Paumako tidak hanya melayani kapal dari Papua. Nawipa mengungkapkan, kapal penangkap ikan dari Jakarta, Batang, Pekalongan, dan Indramayu juga beroperasi dari pelabuhan ini. Hal ini menegaskan posisi Mimika sebagai salah satu pusat perikanan strategis di Indonesia timur.
Saat ini, lebih dari 200 kapal berizin pemerintah pusat dan 60 kapal berizin daerah beroperasi di perairan Mimika. Pelabuhan Paumako sendiri didukung dermaga sepanjang 120 meter.
Pemerintah provinsi tidak hanya fokus di Mimika. Rencana pembangunan pelabuhan perikanan dan fasilitas cold storage juga akan digarap di Kabupaten Nabire, tepatnya di kawasan PPI Waharia seluas 62 hektare.
“Kami sudah mulai berdiskusi dengan beberapa perusahaan perikanan untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten agar potensi laut kita bisa dimaksimalkan,” pungkas Nawipa.