PAPUA — Apple kembali menghadapi masalah kompatibilitas di segmen korporasi. Patch keamanan yang dirilis untuk macOS 26.4, macOS 15.7.5, dan macOS 14.8.5 pada Maret lalu justru merusak fungsi cetak di lingkungan enterprise. Administrator IT di berbagai institusi melaporkan bahwa pengguna PaperCut Mobility Print tiba-tiba diminta mengisi kredensial login untuk setiap pekerjaan cetak.
Bug ini memengaruhi semua mode discovery PaperCut, termasuk Known host, mDNS, dan DNS discovery. Sistem operasi macOS secara sepihak mengabaikan kredensial yang sudah tersimpan di keychain. Pengguna pun dipaksa mengetikkan username dan password secara manual setiap kali hendak mencetak satu dokumen.
Bagi institusi seperti sekolah atau perkantoran besar, dampaknya langsung terasa. Alih-alih mencetak cepat, setiap pengguna berpotensi membuka tiket helpdesk baru. Beban kerja tim IT membengkak dalam semalam tanpa solusi instan dari sisi pengaturan.
PaperCut, pengembang software manajemen cetak, mengonfirmasi telah mengajukan permintaan dukungan resmi kepada Apple. Mereka menunggu investigasi lebih lanjut dari tim engineering Cupertino. Namun, bagi institusi yang sudah kewalahan, ada kabar baik: antrean cetak yang di-deploy melalui Print Deploy tidak terdampak bug ini.
"Jika Anda menggunakan Mobility Print queues via Print Deploy, Anda tidak akan mengalami masalah," tulis PaperCut dalam pernyataan resmi kepada kliennya. Artinya, tim IT bisa menyiasati gangguan dengan merombak ulang konfigurasi antrean cetak mereka menggunakan Print Deploy sebagai workaround sementara.
Bradley Chambers, pengamat IT enterprise yang telah mengelola ribuan perangkat Apple sejak 2009, menilai insiden ini menunjukkan celah serius dalam strategi korporasi Apple. "Patch keamanan rutin tidak boleh merusak fungsi inti seperti mencetak. Jika itu terjadi, perbaikan darurat harus segera dirilis," ujarnya.
Chambers menyoroti bahwa gangguan semacam ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga menghabiskan biaya operasional. Setiap jam downtime atau banjir tiket helpdesk berarti kerugian langsung bagi organisasi. Jika Apple serius mengejar pangsa pasar enterprise, stabilitas pasca-update harus menjadi prioritas utama.
Hingga berita ini diturunkan, Apple belum merilis perbaikan resmi untuk bug PaperCut Mobility Print. Institusi yang terdampak disarankan beralih ke Print Deploy atau menunggu patch lanjutan dari pembaruan sistem berikutnya.