PAPUA — Bentrokan fisik antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak pada Sabtu pagi pukul 06.30 Wita itu menewaskan tiga orang. Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengkonfirmasi satu jenazah warga Narasaosina belum bisa dievakuasi karena situasi masih memanas.
"Iya satu jenazah korban masih tergeletak di jalan belum bisa dievakuasi karena massa masih banyak," kata Ketut saat dikonfirmasi, Sabtu siang.
Tenaga medis dan ambulans sudah berada di sekitar lokasi. Namun, konsentrasi massa di jalan raya Waiburak memaksa petugas menahan diri. Negosiasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban masih terus dilakukan untuk meredam ketegangan.
Dari tiga korban jiwa, dua jenazah sudah berhasil dievakuasi oleh masing-masing pihak. Satu korban dari Desa Narasaosina dan satu dari Dusun Bele, Desa Waiburak, sudah dibawa pulang. Satu jenazah yang masih tertinggal di lokasi merupakan warga Narasaosina.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menyebutkan, selain korban jiwa, bentrokan ini juga mengakibatkan belasan rumah hangus terbakar. "Penyebab masih dalam lidik, belum diketahui secara pasti," ujarnya.
Untuk mengantisipasi gelombang serangan balasan atau bentrokan susulan, Polres Flores Timur telah menambah jumlah personel di sekitar lokasi konflik. Polisi berjaga di titik-titik rawan di perbatasan dua desa.
Menurut data sementara, dua korban tewas berasal dari Desa Narasaosina dan satu korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak. Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi jenazah terakhir masih terhambat oleh ketegangan yang belum sepenuhnya reda.