PAPUA — PT Pintu Kemana Saja (PINTU) melaporkan pertumbuhan signifikan pada kategori aset tertokenisasi berbasis saham Amerika Serikat sepanjang kuartal kedua 2026. Dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-over-quarter/QoQ), jumlah transaksi naik 17% dan volume trading meningkat 11%.
Pertumbuhan itu terjadi di tengah pergeseran perilaku investor kripto Indonesia yang mulai melirik diversifikasi ke instrumen berbasis aset dunia nyata (real world asset/RWA). PINTU telah menghadirkan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF AS sejak September 2025.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah melonjaknya minat terhadap token ETF berbasis indeks utama bursa AS. Token ETF Nasdaq-100, yang mengacu pada indeks sekitar 100 saham perusahaan non-finansial di AS, mencatat kenaikan volume trading hingga 115% secara kuartalan.
Jumlah trader aktif token ini bahkan meroket 196% pada periode yang sama. Token ETF S&P 500 juga tak kalah impresif dengan pertumbuhan volume 74% dan kenaikan jumlah trader aktif mencapai 160%.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama menunjukkan token berbasis RWA, khususnya saham AS tertokenisasi, semakin menjadi pilihan strategis investor. “Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18% secara quarter-over-quarter mengindikasikan basis investor yang semakin meluas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran perilaku investor kripto di Indonesia yang mulai mencari instrumen dengan acuan indeks atau ETF sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio aset digital. Tokenisasi saham AS memungkinkan investor lokal memiliki eksposur terhadap perusahaan-perusahaan besar di Wall Street tanpa harus membuka rekening efek di luar negeri.
Sebagai platform yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PINTU menjadi salah satu pintu masuk utama bagi investor ritel Indonesia untuk mengakses aset kripto yang di-backing saham dan ETF AS. Kehadiran regulasi yang jelas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen ini.
Ke depan, tren pertumbuhan diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan edukasi pasar yang terus digencarkan dan bertambahnya jumlah aset tertokenisasi yang tersedia. PINTU sendiri telah menambah 48 pilihan aset baru sejak kapitalisasi tokenisasi aset global tembus USD32,18 miliar.