Trader Aktif Aset Kripto Berbasis Saham AS di PINTU Melonjak 18% pada Kuartal II 2026

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:22 WIB
Jumlah trader aktif aset kripto berbasis saham AS di platform PINTU meningkat 18% pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Volume trading token ETF Nasdaq-100 di PINTU melonjak 115% secara kuartalan pada periode yang sama. Token ETF S&P 500 m

PAPUA — PT Pintu Kemana Saja (PINTU) melaporkan pertumbuhan signifikan pada kategori aset tertokenisasi berbasis saham Amerika Serikat sepanjang kuartal kedua 2026. Dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-over-quarter/QoQ), jumlah transaksi naik 17% dan volume trading meningkat 11%.

Pertumbuhan itu terjadi di tengah pergeseran perilaku investor kripto Indonesia yang mulai melirik diversifikasi ke instrumen berbasis aset dunia nyata (real world asset/RWA). PINTU telah menghadirkan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF AS sejak September 2025.

ETF Nasdaq-100 dan S&P 500 Catat Lonjakan Volume hingga 115%

Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah melonjaknya minat terhadap token ETF berbasis indeks utama bursa AS. Token ETF Nasdaq-100, yang mengacu pada indeks sekitar 100 saham perusahaan non-finansial di AS, mencatat kenaikan volume trading hingga 115% secara kuartalan.

Jumlah trader aktif token ini bahkan meroket 196% pada periode yang sama. Token ETF S&P 500 juga tak kalah impresif dengan pertumbuhan volume 74% dan kenaikan jumlah trader aktif mencapai 160%.

Diversifikasi Portofolio Jadi Magnet Baru Investor Kripto

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama menunjukkan token berbasis RWA, khususnya saham AS tertokenisasi, semakin menjadi pilihan strategis investor. “Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18% secara quarter-over-quarter mengindikasikan basis investor yang semakin meluas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran perilaku investor kripto di Indonesia yang mulai mencari instrumen dengan acuan indeks atau ETF sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio aset digital. Tokenisasi saham AS memungkinkan investor lokal memiliki eksposur terhadap perusahaan-perusahaan besar di Wall Street tanpa harus membuka rekening efek di luar negeri.

Regulasi OJK Jadi Payung Kepercayaan

Sebagai platform yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PINTU menjadi salah satu pintu masuk utama bagi investor ritel Indonesia untuk mengakses aset kripto yang di-backing saham dan ETF AS. Kehadiran regulasi yang jelas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen ini.

Ke depan, tren pertumbuhan diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan edukasi pasar yang terus digencarkan dan bertambahnya jumlah aset tertokenisasi yang tersedia. PINTU sendiri telah menambah 48 pilihan aset baru sejak kapitalisasi tokenisasi aset global tembus USD32,18 miliar.

Reporter: Sutomo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top