Bandara Husein Sastranegara Resmi Kantongi Sertifikat Baru, Siap Layani Pesawat Boeing 737-800

Penulis: Saiful  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 13:43:31 WIB
Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung resmi mengantongi sertifikat bandar udara baru yang diterbitkan Kementerian Perhubungan pada 23 Juli 2026.

PAPUA — Kabar baik datang bagi calon penumpang dan pemangku kepentingan industri penerbangan di Jawa Barat. Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung resmi mengantongi izin operasional terbaru yang memungkinkannya melayani pesawat narrow body sekelas Boeing 737-800. Sertifikat tersebut diterbitkan Kementerian Perhubungan pada 23 Juli 2026.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Arie Ahsanurrohim, menyebut penerbitan SBU ini sebagai tonggak penting dalam rangkaian persiapan optimalisasi bandara. “Terbitnya Sertifikat Bandar Udara menjadi bukti bahwa berbagai aspek kepatuhan dan kesiapan operasional telah dipenuhi sebagai bagian dari optimalisasi Bandara Husein,” ujarnya.

Standar Keselamatan Naik ke Kategori 7

Untuk mendukung operasional pesawat jet berbadan sedang, pengelola bandara tidak hanya berfokus pada perizinan. Sejumlah peningkatan fasilitas sisi udara telah dilakukan, termasuk perbaikan pada titik-titik landas pacu (runway), jalur penghubung (taxiway), dan area parkir pesawat (apron).

Yang lebih krusial, kapasitas layanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dinaikkan dari Kategori 5 menjadi Kategori 7. Standar ini menjadi prasyarat mutlak bagi keselamatan operasional pesawat berbadan lebar.

Proses sertifikasi yang panjang ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Arie mengapresiasi kolaborasi Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bandung yang terlibat aktif dalam memenuhi seluruh persyaratan.

Wajah Baru Terminal dan Fasilitas Penunjang

Optimalisasi tidak berhenti di sisi udara. Pengelola bandara juga mentransformasi pelayanan melalui tiga pilar utama: premises, people, dan process. Pada aspek fasilitas, terminal penumpang direnovasi dengan konsep modern yang mengusung unsur budaya Jawa Barat.

Sejumlah fasilitas publik diperbarui secara menyeluruh, mulai dari toilet, musala, ruang menyusui, hingga area tunggu transportasi umum. Penataan fasad terminal dan taman di sisi udara juga dilakukan untuk memberi kesan pertama yang lebih baik bagi pengunjung.

Fasilitas anyar yang dihadirkan adalah coworking space. Ruang kerja bersama ini memungkinkan penumpang tetap produktif menyelesaikan pekerjaan sambil menunggu jadwal keberangkatan.

Sementara itu, pada aspek sumber daya manusia, pemenuhan kebutuhan personel disesuaikan dengan standar pelayanan bandara kelas dunia. Adapun dari sisi proses, layanan keberangkatan dan kedatangan terus disempurnakan, termasuk pengaturan area antar-jemput kendaraan agar lebih lancar.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas Bandung

Dengan seluruh persiapan yang telah rampung, PT Angkasa Pura Indonesia optimistis Bandara Husein siap mendukung kembali operasional penerbangan niaga berjadwal maupun tidak berjadwal. Layanan ini berlaku untuk rute domestik dan internasional, baik menggunakan pesawat jet maupun baling-baling.

Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara memiliki arti strategis bagi perekonomian Jawa Barat. Konektivitas udara yang lebih kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, menarik investasi baru, dan menggerakkan roda ekonomi Kota Bandung dan sekitarnya.

Reporter: Saiful
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top