JAYAPURA — Sebanyak 100 pelaku usaha pangan industri rumah tangga (PIRT) di Kabupaten Jayapura mengikuti bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura ini bertujuan membuka akses produk lokal ke ritel modern, seperti minimarket hingga supermarket.
Pelatihan ini menyasar pelaku UMKM dari wilayah pembangunan I hingga IV. Rinciannya, 84 pelaku dari wilayah pembangunan I, lima dari wilayah pembangunan II, sembilan dari wilayah pembangunan III, dan dua dari wilayah pembangunan IV.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Derek Timotius Wouw mengatakan, masih banyak produk UMKM yang belum memenuhi persyaratan perizinan maupun standar produksi. Salah satu aspek yang paling disorot jaringan ritel modern adalah masa kadaluarsa produk pangan olahan.
"Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masa kadaluarsa produk pangan olahan. Aspek tersebut dinilai sangat penting karena menjadi salah satu syarat utama yang diperhatikan oleh jaringan ritel modern sebelum menerima suatu produk," kata Derek dalam keterangannya di Jayapura, Minggu.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Adi Kurniawan menjelaskan, pelaku usaha dibekali kemampuan untuk menilai keamanan produknya sendiri. Mulai dari bahan baku yang digunakan hingga kemasan yang dipakai, semuanya harus dipastikan aman sebelum diajukan pemeriksaan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Jadi tujuan utama kegiatan ini adalah membekali pelaku usaha agar mampu melakukan penilaian mandiri terhadap keamanan produk yang mereka hasilkan mulai dari bahan baku yang digunakan hingga kemasan yang dipakai aman untuk produk," ujar Adi.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada urusan sertifikasi. Dinkes Kabupaten Jayapura ingin membangun konektivitas antara pelaku usaha dan jaringan ritel. Produk yang sudah memenuhi standar diharapkan bisa dikenal dan dipasarkan oleh pihak ritel modern.
Derek menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi bagi pelaku UMKM untuk memahami kebutuhan pasar, mulai dari kapasitas produksi hingga kualitas produk. Dengan begitu, produk asli Kabupaten Jayapura diharapkan mampu bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas.
"Dengan demikian ke depan kami berharap setiap hasil produk dari pelaku usaha Kabupaten Jayapura bisa masuk ke ritel modern," katanya.