PAPUA — Chery Q bukan sekadar hatchback listrik murah biasa. Mobil yang meluncur pada 31 Juli 2026 ini langsung menjadi primadona di GIIAS 2026, bahkan dinobatkan sebagai "Favorite Vehicle" untuk kategori Passenger Car–Hatchback oleh pengunjung. Angka 200 sesi test drive per hari selama pameran menunjukkan antusiasme yang tidak bisa dianggap remeh, dan ini bukan sekadar euforia pameran—ini indikasi awal bahwa pasar compact EV Indonesia sudah siap menerima pemain baru dengan harga agresif.
Chery memasarkan Q dalam dua trim. Varian Pure dibanderol Rp 239,9 juta, sementara Rizz yang lebih lengkap dipatok Rp 259,9 juta (OTR Jakarta). Dengan rentang harga ini, Chery Q langsung menempati posisi hatchback EV termurah di Indonesia, mengalahkan kompetitor sekelasnya. Ini bukan sekadar angka—ini pernyataan agresif Chery untuk menguasai segmen yang selama ini didominasi oleh Wuling dan DFSK.
Selisih Rp 20 juta antara kedua varian umumnya mencakup peningkatan fitur ADAS dan kenyamanan interior, meski Chery belum merinci perbedaan lengkapnya secara detail.
Di atas kertas, Chery Q punya senjata pamungkas: waktu pengisian daya 30-80% hanya butuh 16,5 menit. Ini angka yang luar biasa untuk mobil di kelas harga Rp 240 jutaan, dan jika akurat di dunia nyata, ini akan mengubah cara orang memandang EV murah—tidak lagi sekadar mobil kota yang harus di-charge semalaman. Jarak tempuh diklaim mencapai 400 km (NEDC), dan Chery menyebut baterainya lebih besar sekitar 2 kWh dibanding Geely EX2, rival terdekatnya.
Keduanya sama-sama berpenggerak belakang dan punya front trunk, tapi Chery Q unggul di sektor pengisian daya. Pertanyaannya, apakah klaim 16,5 menit ini bertahan saat suhu udara Jakarta panas dan baterai dalam kondisi tertekan? Ini yang harus diuji lebih lanjut dalam pemakaian harian, bukan sekadar demo di pameran.
Chery tidak pelit fitur. Q dibekali layar infotainment 15,6 inci, Power Frunk 70 liter di bagian depan, dan V2L 6,6 kW yang bisa dipakai untuk menyalakan peralatan listrik luar ruangan. Yang lebih menarik: hingga 20 fitur ADAS, kamera 540° HD Panoramic, dan Autonomous Parking Assist. Untuk ukuran mobil Rp 240 jutaan, fitur keselamatan aktif selengkap ini biasanya hanya ada di segmen Rp 300 jutaan ke atas.
Meski spesifikasinya menggoda, ada beberapa catatan yang perlu diingat. Pertama, klaim NEDC 400 km biasanya menghasilkan angka real-world sekitar 300-330 km di kondisi campuran—jangan berharap angka itu tembus di tol Jakarta-Cikampek. Kedua, jaringan dealer dan layanan purna jual Chery masih jauh lebih tipis dibanding pemain lama seperti Toyota atau bahkan Wuling. Terakhir, harga murah ini belum termasuk biaya pemasangan home charging station, yang perlu dianggarkan terpisah.
Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, menyatakan penghargaan GIIAS ini menjadi bukti bahwa fitur dan pengalaman berkendara yang ditawarkan mendapat respons positif. Kami sepakat—di atas kertas dan dalam sesi test drive singkat, Chery Q tampil meyakinkan. Namun untuk rekomendasi final, kami masih menunggu hasil uji jarak tempuh dan keandalan baterai dalam pemakaian jangka panjang.
Verdict awal: Chery Q adalah hatchback EV paling menarik untuk budget di bawah Rp 260 juta saat ini, khususnya bagi Anda yang prioritas utamanya adalah pengisian daya cepat dan fitur keselamatan lengkap. Tapi bagi yang mengutamakan jaringan servis luas dan nilai jual kembali, masih perlu pertimbangan matang.