Pencarian

Kepala BGN Ungkap Penyebab Ratusan Siswa di Jayapura Keracunan Makan Bergizi Gratis, Masak Terlalu Dini

Kamis, 06 Agustus 2026 • 14:33:32 WIB
Kepala BGN Ungkap Penyebab Ratusan Siswa di Jayapura Keracunan Makan Bergizi Gratis, Masak Terlalu Dini
Ratusan siswa di Jayapura mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diolah tidak sesuai prosedur.

JAYAPURA — Insiden dugaan keracunan yang dialami pelajar di Kabupaten Jayapura, Papua, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu kemarin, kini memasuki babak investigasi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara soal akar masalahnya: kedisiplinan waktu memasak di dapur SPPG yang melanggar prosedur operasional standar.

Menurut Sudaryono, menu yang disajikan untuk makan siang justru sudah dimasak sejak malam hari sebelumnya. Jarak waktu yang terlalu panjang antara proses pengolahan dan konsumsi ini yang kemudian membuat makanan tidak layak santap.

Proses Memasak Dimulai Pukul 19.00 WIT

"Jadi memang memulai masaknya terlalu cepat, kalau enggak salah pukul 19.00 atau 19.30 di hari sebelumnya untuk diberi makan pada hari berikutnya di pukul 11.00, jadi itu sudah melanggar," ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (6/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Ia menambahkan, pola serupa juga ditemukan di kasus keracunan MBG di Semarang, Jawa Tengah. Di kota tersebut, dapur SPPG mulai memasak pada pukul 21.00 untuk menu yang akan disantap keesokan harinya. Kondisi ini dinilai sebagai persoalan disiplin internal yang tengah dicari formula pengawasannya.

BGN Tak Akan Tutup-Tutupi Temuan di Lapangan

Sudaryono menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Apabila ditemukan unsur kesengajaan, kelalaian berat, atau bahkan sabotase dalam proses penyediaan pangan, BGN siap menempuh jalur hukum.

"Memang kalau ada ya kita serahkan semua, bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela, karena kalau salah, ngapain dibela. Jadi, cuma kan kita mesti juga ada asas praduga tak bersalah," tegasnya.

Dalam pernyataannya, Sudaryono juga menyoroti fenomena lain yang sempat menjadi temuan di lapangan. Beberapa kasus keracunan yang dilaporkan ternyata dipicu oleh makanan yang dibawa pulang oleh siswa, bukan dikonsumsi langsung di sekolah. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pihaknya dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program prioritas pemerintah tersebut.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua60detik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks