Pencarian

Dua Siswa Asrama Taruna Papua Mimika Terbang ke Fukuoka, Wakili Indonesia di Kids Try 2026 Rugby Jepang

Jumat, 31 Juli 2026 • 17:17:01 WIB
Dua Siswa Asrama Taruna Papua Mimika Terbang ke Fukuoka, Wakili Indonesia di Kids Try 2026 Rugby Jepang
Dicky Uamang dan Paulo Fernandino Kulamol, siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika, berangkat ke Fukuoka, Jepang, untuk mewakili Indonesia dalam program Kids Try 2026.

MIMIKA — Dua putra Papua kembali menembus level internasional. Dicky Uamang dan Paulo Fernandino Kulamol, siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Mimika, resmi berangkat mewakili Indonesia pada program pertukaran pelajar dan budaya rugby, Kids Try 2026, di Global Arena Fukuoka, Jepang, pada 31 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Keberangkatan keduanya dilepas di Bandara Mozes Kilangin, Jumat (31/7/2026). Indonesia hanya mengirimkan lima siswa dalam program ini, dan dua di antaranya berasal dari SATP, sekolah yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Mimpi Dua Taruna Muda yang Kini Terwujud

Bagi Paulo Fernandino Kulamol, tiket ke Jepang ini adalah mimpi yang akhirnya tiba. Ia mengaku rutin mengikuti latihan rugby di sekolah sejak lama dan tak menyangka kesempatan itu datang.

"Saya sangat senang bisa mewakili Indonesia ke Jepang. Semoga setelah pulang nanti saya bisa berbagi pengalaman dan memberikan semangat kepada adik-adik di SATP," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Dicky Uamang. Ia menegaskan pengalaman bertanding dan bertukar budaya di luar negeri ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depannya. "Selama ini saya terus berlatih di sekolah dan semoga pengalaman ini bermanfaat," katanya.

Kepercayaan Kedua dari Federasi Rugby Indonesia

Ketua Rugby Mimika sekaligus pendamping delegasi, Wilhelmus Wanmang, menyebut ini adalah kali kedua SATP mengirimkan wakilnya ke ajang internasional tersebut. Ia menilai kepercayaan dari Persatuan Rugby Union Indonesia ini menjadi bukti pembinaan di Papua berjalan serius.

"Kami mendapat undangan dari Organisasi Rugby Pusat untuk menjadi delegasi Indonesia. Ini adalah program pertukaran siswa yang tidak hanya melatih kemampuan rugby, tetapi juga menjadi ajang bertukar budaya dengan peserta dari Jepang, China Taipei dan Thailand," jelas Wilhelmus saat ditemui di Bandara Mozes Kilangin.

Wilhelmus menambahkan persiapan kedua siswa telah mencapai 80 persen dan mereka siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Diaspora Mimika dan pihak yayasan.

Rugby Jadi Jalur Prestasi Generasi Papua

Kepala SATP, Sonianto Kuddi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan federasi kepada sekolahnya. Menurutnya, ini sejalan dengan visi YPMAK dan SATP untuk melahirkan generasi Papua yang mampu berkompetisi di tingkat global.

"Ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena anak-anak tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga Indonesia," ujarnya.

Sonianto menjelaskan rugby telah menjadi ekstrakurikuler unggulan di SATP. Bahkan, alumni sekolah ini sudah ada yang berhasil menembus tim nasional rugby Indonesia. Dua siswa yang berangkat kali ini merupakan pelajar kelas 5 dan kelas 6 yang lolos seleksi ketat.

Keikutsertaan mereka disebut tidak mengganggu kegiatan belajar karena program berlangsung hanya satu minggu. Keberangkatan Dicky dan Paulo ke Jepang menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di tanah Papua terus melahirkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di panggung dunia.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: seputarpapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks