JAYAPURA — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai aset PT Irian Bhakti Papua yang tersebar di berbagai wilayah belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia meminta jajaran pengurus baru mengubah aset tersebut menjadi sumber keuntungan, bukan sekadar warisan yang menganggur.
Arahan itu disampaikan Fakhiri saat melantik Dewan Komisaris dan Direksi PT Irian Bhakti Papua periode 2026–2031 di Gedung Negara Dok V Jayapura, Sabtu (19/9/2026). Ia menegaskan pengurus baru tidak hanya menerima jabatan struktural, tetapi juga tanggung jawab mengelola aset dan kepercayaan Pemerintah Provinsi Papua.
Lima Agenda yang Ditetapkan Gubernur Papua
Fakhiri menetapkan lima agenda prioritas untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah tersebut selama lima tahun ke depan. Agenda pertama menyangkut penguatan tata kelola perusahaan yang baik, yang harus diterapkan secara transparan, akuntabel, profesional, dan berintegritas.
Agenda kedua diarahkan pada optimalisasi aset dan jaringan perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Papua. Fakhiri meminta aset itu dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.
Agenda ketiga memperkuat peran perusahaan sebagai penggerak perekonomian daerah. Perusahaan diminta memperkuat sektor unggulan Papua, distribusi kebutuhan pokok hingga kampung, dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Agenda keempat mendorong diversifikasi usaha dan kemitraan strategis. Pemanfaatan teknologi tetap diperhitungkan dengan mempertimbangkan risiko dan dilakukan secara terukur.
Agenda kelima berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia Papua. Perusahaan diminta membuka ruang bagi orang asli Papua dan tenaga kerja lokal melalui pelatihan, magang, peningkatan kapasitas, serta jenjang karier.
"Jadikan PT Irian Bhakti Papua sebagai perusahaan daerah yang sehat, profesional, inovatif, dan semakin memberikan manfaat bagi tanah Papua," kata Fakhiri.
Elia Loupatty Pimpin Direksi 2026–2031
Pengurus PT Irian Bhakti Papua periode 2026–2031 dipimpin Elia Loupatty sebagai Direktur Utama. Struktur komisaris terdiri atas Ade Yamin sebagai Komisaris Utama, Yarius Balingga dan Kabarek Diedrik sebagai Komisaris.
Jajaran direksi lainnya yakni Rusli Rahman sebagai Direktur Keuangan, Ricard Willem Rihulay sebagai Direktur Niaga, serta Benyamin Gurik sebagai Direktur Umum dan SDM.
Dorongan Kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah
Peran perusahaan sebagai penggerak ekonomi daerah menjadi salah satu poin yang ditekankan Fakhiri. Perusahaan diminta memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga kampung, sektor unggulan Papua, dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Dengan lima agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Papua berharap PT Irian Bhakti Papua tidak hanya menjadi badan usaha milik daerah yang sehat secara internal, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi perekonomian warga dan tenaga kerja lokal di tanah Papua.