Pencarian

Rektor IHTP Papua Tutup PKKMB 2026, 776 Mahasiswa Baru Manokwari Diajak Berdikari dan Lulus 3,5 Tahun

Kamis, 13 Agustus 2026 • 09:25:31 WIB
Rektor IHTP Papua Tutup PKKMB 2026, 776 Mahasiswa Baru Manokwari Diajak Berdikari dan Lulus 3,5 Tahun
Rektor IHTP Papua resmi menutup PKKMB 2026 di Manokwari, Selasa (11/8/2026).

MANOKWARI — Ribuan mahasiswa baru di Manokwari kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua. Panitia pelaksana memastikan seluruh proses penerimaan telah melalui verifikasi ketat, mulai dari validasi berkas, tes potensi akademik, hingga wawancara.

Berdasarkan rekapitulasi akhir panitia yang dibacakan Ketua Panitia, Henky Sombuk, dari total pendaftar yang mengikuti seleksi sejak 3 Maret hingga 8 Juli 2026, sebanyak 776 calon mahasiswa dinyatakan lolos. Mereka tersebar di tiga program studi dengan dominasi S1 Ilmu Hukum yang menampung 699 mahasiswa baru.

Biaya Kuliah Terjangkau, Target Lulus 3,5 Tahun

Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, IHTP menawarkan biaya pendidikan yang relatif murah. Rektor IHTP, Dr. Filep Wamafma, menyebut SPP di kampusnya dapat dicicil dalam dua kali angsuran, sebuah angin segar bagi calon mahasiswa Papua yang ingin berkuliah tanpa harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah seperti di luar daerah.

"Kenapa saya sebut kuliah harus membahagiakan? Karena langkah pertama yang Anda hadapi adalah membayar SPP," ujar Filep di hadapan para mahasiswa baru, Selasa (11/8/2026).

Dengan biaya yang terjangkau tersebut, Filep mendorong mahasiswa untuk tidak berlama-lama di bangku kuliah. Ia menargetkan para mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan strata satu dalam kurun waktu sekitar 3,5 tahun, sembari tetap menjaga kedisiplinan dan kualitas akademik.

"Jangan Hidup Ketergantungan", Ini Pesan Rektor untuk Mahasiswa Baru

Lebih dari sekadar urusan akademik, Dr. Filep Wamafma menekankan pentingnya sikap mandiri bagi para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa masa depan setiap individu ditentukan oleh usaha dan perjuangannya sendiri, bukan dengan terus bergantung pada bantuan orang lain.

"Jangan hidup ketergantungan dengan siapa pun, tapi hiduplah berdikari, berdiri di atas kaki sendiri," tegasnya.

Menurut Filep, kemandirian bisa dimulai sejak dini. Mahasiswa diperbolehkan untuk bekerja sesuai kemampuan di sela-sela waktu kuliah, selama kewajiban akademik tetap berjalan lancar. Ia juga mengingatkan bahwa hasil yang diperoleh di masa depan sangat ditentukan oleh kerja keras dan doa yang dipanjatkan sejak hari ini.

Rektor Ingatkan Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas

Dalam kesempatan itu, Filep Wamafma juga memberikan peringatan keras kepada 776 mahasiswa baru agar menjauhi perilaku destruktif yang dapat menghancurkan masa depan. Ia secara khusus menyoroti bahaya konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga risiko penularan HIV/AIDS.

"Orang mabuk tidak akan pernah mencapai batas finishnya. Masa depanmu akan sukses apabila Anda tekun bergaul dengan aktivitas pendidikan," pesannya.

Ia meminta para mahasiswa untuk mengisi waktu kuliah dengan kegiatan produktif, seperti mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan membangun relasi positif dengan sesama mahasiswa maupun dosen. Suasana kampus pun diharapkan tetap hangat dalam bingkai persaudaraan, sejalan dengan slogan penutup kegiatan PKKMB tahun ini, "We are One, kita adalah satu".

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kumparanpapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks