PAPUA — Perjalanan tim MLBB Polres Metro Bekasi Kota menuju puncak Kapolri Cup 2026 bukan lewat jalan pintas. Sebelum tampil di Indonesia Arena, para pemain mengasah kemampuan di turnamen komunitas akar rumput yang populer disebut turnamen "warkop". Dari sana, kekompakan dan jam terbang mereka terbentuk hingga mampu menumbangkan perwakilan Polda Sumatera Utara di partai final.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kemenangan ini membuktikan ekosistem esport di kota tersebut punya daya saing nyata di level nasional. Ia menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar keberuntungan di atas panggung besar.
Jalur yang dilalui tim MLBB Polres Metro Bekasi Kota menjadi sorotan utama dalam sambutan Tri Adhianto. Ia menekankan bahwa kompetisi kecil seperti turnamen warkop berfungsi sebagai ruang uji coba strategi dan mental bertanding sebelum para pemain melangkah ke turnamen resmi antarinstansi.
"Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Bekasi. Perjalanan mereka dari turnamen kecil hingga mampu menjadi juara tingkat nasional menunjukkan bahwa talenta muda kita memiliki potensi yang luar biasa," ujar Tri Adhianto.
Pemerintah kota disebutnya akan terus mendorong ruang positif serupa agar rantai regenerasi atlet esport tidak terputus. Menurut Tri, esport bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk melatih disiplin, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.
Gelar juara Kapolri Cup 2026 tidak membuat tim ini berhenti. Tri Adhianto mengingatkan bahwa para pemain akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bekasi pada November. Status tuan rumah menambah tekanan tersendiri, sekaligus peluang untuk memanfaatkan dukungan penuh publik sendiri.
"Setelah ini masih ada Porprov Jawa Barat, tentu kita berharap prestasi ini bisa kembali berlanjut dan membawa nama Kota Bekasi semakin harum," lanjutnya.
Tekanan menjadi tuan rumah kerap menjadi ujian mental tersendiri bagi atlet. Namun, pengalaman menang di final yang ketat melawan Polda Sumatera Utara dengan skor 3-2 bisa menjadi modal psikologis yang berharga.
Keberhasilan ini diprediksi akan mendorong lebih banyak institusi dan komunitas di Bekasi untuk membentuk tim esport resmi. Polres Metro Bekasi Kota sendiri kini menjadi contoh bagaimana institusi penegak hukum dapat membina talenta muda melalui jalur kompetitif.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan pemerintah daerah, potensi atlet muda Bekasi diharapkan tidak berhenti di turnamen internal kepolisian. Target berikutnya adalah bersaing di level nasional yang lebih luas, termasuk scene profesional MLBB Indonesia.