PAPUA — Great Northern Golf Club menjadi saksi duel sengit sesama pegolf Denmark. Winther, yang memulai putaran final tertinggal empat pukulan dari pemimpin klasemen Romain Langasque, justru tampil trengginas dengan mencatatkan skor lima-under-par 67. Ia unggul tiga pukulan atas Zhou Yanhan dari China yang harus puas di posisi runner-up. Eagle di Lubang 16 Jadi Titik Balik Kemenangan Winther
Momen krusial terjadi di lubang 16, par empat sepanjang 304 yard. Setelah Højgaard mencetak eagle dramatis dari jarak 31 kaki di lubang 17 untuk menyamakan kedudukan, Winther langsung merespons dengan eagle spektakuler. Pukulan drive-nya mendarat sempurna di atas green, dan ia berhasil memasukkan bola untuk eagle kedua dalam satu hari.
"Saat Rasmus chip-in, saya pikir dia hanya ingin mencari perhatian," ujar Winther sambil tertawa. "Tapi ketika putt eagle saya masuk, itu pertama kalinya saya percaya bisa menang hari ini. Saya sangat bahagia."
Winther mengaku kemenangan ini terasa mustahil baginya. Pria berusia 38 tahun itu pernah bekerja sebagai greenskeeper 15 tahun lalu dan tak pernah membayangkan bisa menjadi pegolf profesional, apalagi juara di turnamen kandang sendiri. Højgaard Akui Perjuangannya Sepanjang Hari
Højgaard memulai putaran final tertinggal lima pukulan dan sempat kesulitan di sembilan lubang pertama. Ia baru menemukan ritme di lubang 15 dan 16 dengan birdie beruntun, sebelum eagle-nya di lubang 17 sempat membuatnya memimpin. Namun, bogey di lubang terakhir memupus harapannya untuk meraih kemenangan di depan publik sendiri.
"Saya tidak menyangka bisa berada di posisi sebaik itu di lubang terakhir. Jujur, saya berjuang keras sepanjang hari," kata Højgaard. "Saya membuat beberapa birdie dan hole-out, lalu tiba-tiba saya kembali bersaing. Tapi finish dengan bogey jelas bukan perasaan yang menyenangkan."
Zhou Yanhan sebenarnya masih punya peluang memaksa play-off dengan membutuhkan hole-in-one di lubang 18. Namun, ia justru melakukan three-putt untuk bogey dan harus rela berbagi posisi kedua bersama lima pegolf lain, termasuk Højgaard, Matthew Jordan (Inggris), Oliver Lindell (Finlandia), dan Filippo Celli (Italia).
Sementara itu, Langasque yang memimpin sejak putaran ketiga mengalami hari yang buruk dengan lima bogey di enam lubang pertama dan finish di posisi ketujuh bersama. Winther kini tercatat sebagai juara Denmark kedua dalam sejarah turnamen ini, setelah sebelumnya ia juga pernah merasakan podium tertinggi di Mallorca Golf Open 2021.