WASIOR — Harapan akan pemerataan pembangunan mengemuka dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kepala Distrik Roon, Verny Betay, secara eksplisit menyoroti tiga sektor prioritas yang dinilai belum berjalan optimal, yakni pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
Menurut Betay, momen kemerdekaan kali ini harus menjadi pendorong bagi seluruh elemen untuk bersinergi dengan program pembangunan yang tengah dan akan dijalankan pemerintah. Ia menekankan bahwa kesiapan masyarakat dalam menerima program tersebut menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga di kampung-kampung.
"Harapan kami adalah bagaimana kita memaknai kemerdekaan yang ke-81 tahun dengan membangun pemikiran yang baik sehingga kami bisa sinergi dengan semua program (pembangunan) yang akan turun ke distrik Roon," kata Betay usai memimpin upacara peringatan kemerdekaan di Ibukota Distrik Roon, Jende, Senin (17/8/2026).
Betay memastikan jajarannya siap mendampingi jalannya setiap program pemerintah. "Kami siap mendampingi sehingga semua program pemerintah itu bisa berjalan dengan baik agar bisa dinikmati masyarakat Distrik Roon," sambungnya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (19/8).
Upacara pengibaran bendera di Distrik Roon berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan peserta. Mereka terdiri dari aparatur distrik dan kampung, pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), para guru, tenaga medis, serta masyarakat umum. Turut hadir dalam kesempatan itu Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Hendrik Rico Tetelepta, yang mewakili Bupati Teluk Wondama.
Di tengah apresiasi atas perhatian pemerintah daerah selama ini, Betay menyampaikan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Ia menyebut sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pengembangan potensi sumber daya alam, khususnya di bidang pariwisata dan kelautan, belum tergarap maksimal.
"Bagi kami di Distrik Roon, kami berterima kasih bahwa selama ini Pemerintah Daerah sudah memperhatikan kami baik bidang fisik maupun sumber daya manusia. Tetapi kami harapkan ada perhatian yang lebih lagi untuk ekonomi masyarakat ini terutama dari bidang pariwisata," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Kampung Mena, Simon Wonenseba, menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan secara adil di seluruh wilayah. Ia menyoroti kondisi Distrik Roon yang kerap kali belum merasakan kue pembangunan secara maksimal.
"Selaku kepala kampung, kami harap Indonesia sudah 81 tahun ini, kita harus melakukan pembangunan itu secara menyeluruh ke setiap kampung sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di semua tempat," kata Wonenseba.
Tokoh Agama Distrik Roon, Zakarias Manauw, menambahkan bahwa semangat kemerdekaan seharusnya mampu menggerakkan semua pihak untuk mewujudkan Indonesia yang rukun, damai, dan makmur. Ia berharap kemajuan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di perkotaan, tetapi juga hingga ke kampung-kampung terpencil.
"Momentum kemerdekaan ke-81 ini, kami harapkan Indonesia semakin maju, kokoh dan menjadi bangsa yang bisa membawa kemakmuran bagi setiap masyarakat bagi yang ada di kota maupun di kampung-kampung yang jauh," tutup Manauw.