MIMIKA — Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi situasi pasca penyanderaan sembilan perempuan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 telah berangsur pulih. Namun, ia mengakui layanan penerbangan ke daerah itu belum aktif kembali karena kekhawatiran para pilot.
"Penerbangan belum, mungkin karena (para) pilot ini takut juga," kata Teuku Jozanda kepada wartawan di Jalan Budi Utomo, Mimika, Rabu (19/8/2026).
Kapan Penerbangan ke Jila Kembali Dibuka?
Teuku Jozanda menyebutkan, kepastian kapan rute penerbangan ke Distrik Jila dibuka kembali akan diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Mimika terkait hal tersebut.
"Nanti dari Pemkab juga akan menyampaikan informasi, kapan penerbangan mulai dilakukan. Tadi sudah konfirmasi dengan pak Bupati (Mimika), nanti beliau yang menyampaikan," ujarnya.
Warga Jila Masih Ketakutan ke Kebun, Butuh Bantuan Sembako
Di tengah situasi yang disebut kondusif, warga Distrik Jila masih menyimpan trauma. Mereka mengaku belum berani kembali beraktivitas di kebun lantaran masih dibayangi rasa takut pasca insiden penyerangan tersebut.
Akibatnya, kebutuhan pangan sehari-hari menjadi persoalan. Warga setempat menyampaikan kebutuhan mendesak akan bantuan sembako untuk bertahan hidup selama masa pemulihan keamanan ini.
TNI-Polri Kerahkan Personel Gabungan
Sebagai langkah respons cepat, TNI dan Kepolisian telah mengirimkan personel Satuan Tugas (Satgas) dan Brimob ke Distrik Jila. Pasukan gabungan ini bertugas melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
Kehadiran aparat diharapkan mampu memulihkan rasa aman masyarakat dan memastikan situasi tetap terkendali hingga proses hukum terhadap pelaku penyerangan tuntas.