MANOKWARI — Kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Pegunungan Arfak resmi berganti. Ananias Indou, anggota DPRK Pegaf dua periode, ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah seluruh pemilik suara sah dalam Musda III memberikan mandatnya tanpa ada penentang. Keputusan ini tertuang dalam nomor 008/MUSDA-III/GOLKAR/PEGAF/VIII/2026 yang dibacakan langsung oleh pimpinan sidang, Siswanto.
Proses suksesi ini juga menandai berakhirnya masa bakti Orgenes Wonggor yang akrab disapa Owor selama periode 2020-2025. Sebelum penetapan, pimpinan sidang telah menerima laporan pertanggungjawaban (LPj) dari ketua lama sekaligus pernyataan demisioner dari kepengurusan yang lama.
Target Kaderisasi Hingga ke Kampung
Dalam sambutan perdananya, Ananias menegaskan komitmennya untuk membawa Golkar menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Pegaf. Ia menyebut partainya siap mengibarkan panji di 10 distrik dan 160 kampung yang tersebar di kabupaten tersebut.
“Siap menerima panji dan laksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan DPD. Siap kibarkan panji Golkar di 10 Distrik dan 160 kampung se Pegunungan Arfak. Kita akan siapkan kader dan songsong tahun politik 2029,” ungkap Ananias.
Baginya, partai politik adalah laboratorium kepemimpinan yang nyata. Ia menilai banyak kader Golkar yang telah naik jenjang merupakan bukti nyata kontribusi partai dalam pembinaan sumber daya manusia di daerah.
Sosok Owor Disebut sebagai Panutan Politik
Di akhir sambutannya, ketua terpilih menyampaikan apresiasi mendalam kepada pendahulunya. Ananias secara khusus menyebut Orgenes Wonggor sebagai figur yang mengajarkannya tentang politik hingga berada di jenjang saat ini.
“Pribadi saya ucapkan rasa hormat dan terima kasih, bapak Orgenes Wonggor adalah figur yang membawa dan mengajarkan saya tentang politik. Sehingga bisa berada di kesempatan dan jenjang politik saat ini. Semua proses harus dihadapi dan lalui. Arfak bangun Arfak. Golkar Pegaf terbuka untuk semua masyarakat Pegaf,” tutupnya.
Musda III ini menjadi panggung konsolidasi internal yang dinilai penting bagi Golkar Pegaf. Dengan kepemimpinan baru, partai diharapkan mampu memperkuat basis massa dan menjaring kader potensial jauh sebelum kontestasi politik lima tahun mendatang dimulai.