MIMIKA — Aparat keamanan bergerak cepat menyusul laporan dugaan penyanderaan warga di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Satgas Damai Cartenz 2026 telah mengirim personel ke lokasi untuk memastikan informasi sekaligus melakukan penyelidikan terhadap kelompok yang diduga terlibat, sementara TNI masih mengumpulkan data sebelum menentukan langkah pencarian.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang membenarkan pihaknya telah menerima informasi tersebut. Menurut dia, pengumpulan data dan informasi masih berjalan untuk memetakan kondisi di lapangan.
"Kita sudah menerima informasi itu, tetapi masih dilakukan pengumpulan data untuk mengambil langkah pencarian terhadap warga yang dibawa kelompok bersenjata," ujar Febriel kepada wartawan di Jayapura.
Danrem 173/PVB Turun ke Mimika Koordinasikan Penanganan
Komandan Korem 173/PVB telah berada di Mimika untuk bertemu langsung dengan keluarga warga yang diduga disandera. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
"Kemarin Danrem sudah bertemu keluarga dan meminta untuk tetap tenang. Kemudian Danrem juga akan bertemu Pemkab Mimika untuk mengambil langkah penanganan," kata Febriel.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Jeremias Rontini menyatakan kepolisian telah menyiapkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan. Kasatgas Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani menambahkan, "Kita hari ini kirim anggota ke Distrik Jila. Untuk kelompoknya kita sedang lidik."
Medan Pegunungan Jadi Tantangan Pengerahan Personel
Kondisi geografis Jila yang berada di wilayah pegunungan menjadi kendala tersendiri dalam pengerahan personel. Keterbatasan akses tersebut terus diantisipasi melalui koordinasi dan dukungan operasional agar proses penanganan berjalan optimal.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat disebut menjadi kunci menjaga situasi tetap kondusif. Koordinasi lintas instansi ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga yang diduga dibawa kelompok bersenjata.
Anggota Komisi XIII DPR Minta Penanganan Cepat dan Terukur
Anggota Komisi XIII DPR Mafirion mendorong pemerintah bersama TNI dan Polri memastikan keselamatan warga. Ia menilai penanganan perlu dilakukan secara cepat, presisi, dan terukur agar situasi di Distrik Jila segera pulih.
Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPN PERMAHI Moh Sahrul Lakoro juga menegaskan pentingnya perlindungan masyarakat dalam situasi ini. "Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Negara terus hadir melalui perlindungan yang cepat, terukur, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat," ujarnya.
Sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat terus diperkuat sehingga situasi Jila segera kondusif dan warga dapat menjalankan aktivitas dengan aman serta tenang. Seluruh pihak berharap proses pencarian dan penyelidikan dapat segera membuahkan hasil.