KKI 2026 di Jakarta, BI Papua Bawa 9 UMKM Binaan dan Dorong Kopi Asal Tanah Papua Tembus Pasar Global

Penulis: Saiful  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:46:31 WIB
BI Papua membawa sembilan UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan pada KKI 2026 di Jakarta.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua membawa sembilan UMKM binaan untuk tampil di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi BI Papua memperluas pasar produk unggulan Tanah Papua, termasuk ekosistem kopi yang mulai dilirik pasar internasional.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JICC) selama empat hari, 20–23 Agustus 2026. Dalam ajang bertema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" ini, Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua turut menghadirkan produk unggulan dari pelaku usaha binaannya.

Adapun sembilan UMKM asal Papua yang tampil di pameran tersebut antara lain Noken Clothing, Ki.Basic, Lotta Terra, Ririens Food, Aluama Hubulama, Ruma, Kakao Kita Papua, Koperasi Produsen Emas Hijau Papua, dan Highland Roastery.

Fokus BI Papua: Digitalisasi dan Pendampingan Ekspor

Sepanjang 2026, BI Papua menjalankan sejumlah program penguatan UMKM di Tanah Papua, mulai dari kurasi produk hingga capacity building bertema "UMKM Go Digital, Ekspor, dan Subsisten". Pelaku usaha juga didorong melakukan onboarding ke berbagai platform marketplace untuk memperluas pemasaran secara digital.

Untuk membuka akses ke ritel modern, BI Papua memfasilitasi kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan offtaker. Pendampingan juga diberikan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Ibayauw sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kopi Papua Kini Tembus Pasar Amerika dan Eropa

Sektor yang mendapat perhatian khusus adalah ekosistem kopi Papua. BI Papua mengembangkan kegiatan seperti Tiba-Tiba Cupping, Barista Talent Development, hingga Barista Championship untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri kopi di Tanah Papua.

Hasilnya mulai terlihat di pasar global. UMKM Aluama Hubulama berkesempatan mengikuti Amsterdam Coffee Festival pada April 2026, sementara Highland Roastery mewakili Papua dalam World of Coffee di San Diego pada April 2026 dan World of Coffee Bangkok pada Mei 2026.

Kopi Kasuari juga terpilih mengikuti Export Coaching Program (ECP) bersama Kementerian Perdagangan pada Juli 2026. Terbaru, lima origin kopi Papua—Maksum, Piramid Agongga, Wollo, Hibiem, dan Hukulem—berhasil diperkenalkan ke pasar global melalui Papua Coffee Week (PCW) di Washington, D.C., pada Agustus 2026.

Apa Target BI Papua ke Depan?

Dalam sambutannya, Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menegaskan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bangkit dimaknai sebagai pemulihan UMKM menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam.

Ketangguhan diperkuat melalui penataan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sementara daya saing dibangun lewat inovasi produk dan perluasan pasar domestik maupun internasional. Secara nasional, UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Keikutsertaan UMKM Papua di KKI 2026 diharapkan memastikan pelaku usaha di Tanah Papua memperoleh manfaat dari sinergi nasional, baik dari sisi peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia. Masyarakat dapat mengunjungi pameran di Hall A dan B JICC hingga 23 Agustus 2026 atau melalui kanal daring KKI.

Reporter: Saiful
Sumber: reportasepapua.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top