PAPUA — Musim panas yang diprakirakan berlangsung hingga November menjadi perhatian serius pemerintah daerah di Papua. Kekhawatiran utamanya, kebakaran yang awalnya terjadi di satu titik bisa berkembang menjadi bencana lintas wilayah jika tidak ditangani sejak awal.
Pemerintah saat ini mulai memetakan potensi dan sumber-sumber pemicu kebakaran di sejumlah wilayah. Aktivitas pembukaan lahan menjadi salah satu sorotan utama yang diduga akan memperbesar risiko karhutla.
Risiko kebakaran tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan lokal. Jika pencegahan lambat, api yang muncul di satu kabupaten atau kota berpotensi menjalar ke daerah tetangga dan memperluas dampak kerusakan.
Karena itu, koordinasi tidak boleh hanya berhenti di tingkat provinsi. Setiap kepala daerah diminta membangun komunikasi yang cepat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masing-masing agar potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum membesar.
Fakhiri menegaskan, langkah pencegahan harus dijalankan secara bersama-sama, bukan reaksi sesaat. Pola koordinasi yang dibangun kini diharapkan terus berjalan hingga ancaman kebakaran dan kekeringan benar-benar terkendali.
Tidak ada lagi ruang untuk aktivitas yang memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan. Kebijakan itu ditegaskan berlaku bagi semua pihak, termasuk jajaran pemerintahan di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota.
"Kita mengambil langkah cepat dan berkolaborasi. Jangan sampai kita tergadai dengan kejadian-kejadian di kabupaten dan kota yang sama. Kalau muncul, kita harus sama-sama menanganinya," tegas Fakhiri.
"Sebagai kepala daerah, gubernur dan semua pihak, tidak boleh lagi ada pembakaran lahan," pungkasnya.
Antisipasi yang dilakukan pemerintah mengingat ancaman bukan hanya datang dari faktor alam. Ulah manusia melalui pembukaan lahan kerap menjadi pemicu utama kebakaran di daerah, terlebih ketika memasuki musim kemarau panjang.
Langkah pemetaan yang tengah berjalan menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan. Dengan begitu, setiap wilayah yang dianggap rawan bisa disiapkan lebih awal, baik dari segi personel maupun peralatan pemadam.
Pihaknya berharap, upaya pencegahan yang dimulai sekarang tidak berakhir pada sekadar wacana. Konsistensi dan komitmen para pemimpin daerah menjadi kunci utama agar kebakaran hutan di Papua tidak meluas dan merugikan banyak pihak.