JAYAPURA — PLN UIW Papua dan Papua Barat menyalakan sambungan listrik gratis kepada 50 keluarga prasejahtera di Tanah Papua sepanjang Agustus 2026. Program Light Up The Dream (LUTD) itu menambah jumlah penerima manfaat menjadi 3.084 keluarga yang kini menikmati listrik di rumah masing-masing.
Bantuan biaya pasang baru listrik ini bersumber dari donasi sukarela para pegawai PLN. Mereka mengumpulkan dana secara internal untuk memastikan keluarga kurang mampu mendapatkan akses kelistrikan mandiri.
Semenjak pertama kali diluncurkan, LUTD telah menyentuh 3.084 keluarga prasejahtera di wilayah Papua dan Papua Barat. Angka itu tercatat hingga Agustus 2026, setelah penyalaan serentak dilakukan untuk 50 keluarga baru.
Penerima manfaat tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Merauke dan Kaimana. Sebelumnya mereka mengalami keterbatasan akses listrik, sebagian bahkan menyambung aliran dari tetangga untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat, Yubelina Laturmas, warga Jalan Kebun Kelapa Belakang, Kaimana, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Keluarganya selama ini menyambung listrik dari tetangga. Kini rumahnya memiliki sambungan sendiri.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan dari PLN. Ini benar-benar berkah besar bagi keluarga kami. Semoga PLN terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat kecil seperti kami," ungkap Yubelina.
Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif ini. Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menilai program LUTD sejalan dengan upaya mewujudkan Merauke Terang.
"Kami apresiasi program Light Up The Dream, yang berarti kita menyalakan mimpi bersama. Mimpi bagaimana masyarakat kita bisa terlayani dengan baik, bagaimana Merauke Terang bisa kita wujudkan," jelas Fauzun Nihayah.
Ia berharap program ini tidak berhenti di 50 keluarga, tetapi terus berlanjut mengikuti kebutuhan masyarakat.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa keadilan energi adalah hak seluruh masyarakat. Melalui LUTD, PLN ingin memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal dalam menikmati terang listrik.
"Keadilan energi adalah hak seluruh masyarakat. Melalui Light Up The Dream, PLN ingin memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal dalam menikmati manfaat terang listrik," ujar Roberth.
Ia menambahkan, capaian 3.084 keluarga menjadi pendorong PLN untuk menjaga kesinambungan program. "Harapan kami, terangnya listrik di setiap rumah penerima manfaat dapat membuka jalan menuju taraf hidup yang jauh lebih baik dan mandiri," tandasnya.