Program CSR Bakti BCA kembali membuka pendaftaran beasiswa bagi mahasiswa aktif S1 non-vokasi di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, dengan batas akhir 30 September 2026. Sejak bergulir pada 1999, program ini telah melahirkan lebih dari 9.200 penerima yang disebut Bakti Champions. Pendaftaran tinggal menyisakan sekitar dua minggu, dan seluruh proses dilakukan daring lewat beasiswabaktibca.bca.co.id/apply.
JAKARTA — Bagi mahasiswa semester tiga yang tengah mencari tambahan biaya kuliah, Beasiswa Bakti BCA 2026 bisa jadi salah satu opsi yang masih terbuka. Pendaftaran dibuka sejak 3 Agustus dan ditutup 30 September 2026. Artinya, calon pendaftar punya waktu sekitar dua minggu lagi untuk melengkapi berkas.
Program ini dikelola sebagai bagian dari tanggung jawab sosial BCA dan menyasar mahasiswa S1 non-vokasi di perguruan tinggi negeri. Selain bantuan finansial, penerima mendapat program pengembangan diri selama satu tahun serta akses ke komunitas Bakti Champions.
Ada sejumlah syarat umum yang wajib dipenuhi pelamar. Pertama, pendaftar merupakan warga negara Indonesia dan belum menikah. Usia maksimal 21 tahun per 31 Desember 2025.
Status kuliah juga diatur ketat. Pelamar harus mahasiswa aktif S1 non-vokasi di PTN dan sedang menempuh semester tiga saat mendaftar. Mereka yang sedang menerima beasiswa lain dari sumber mana pun tidak bisa ikut program ini.
Komitmen waktu menjadi poin lain yang ditekankan. Penerima wajib mengikuti 100 persen rangkaian program pengembangan yang berdurasi satu tahun. Pelamar juga tidak boleh sedang bekerja penuh waktu atau terikat dinas di instansi lain.
Selain itu, ada penilaian soal keaktifan berorganisasi. Pengalaman memimpin kepanitiaan atau terlibat kegiatan sosial menjadi nilai tambah dalam seleksi.
Beasiswa Bakti BCA 2026 membagi pelamar ke dalam tiga jalur. Masing-masing punya syarat dokumen yang tidak sama, sehingga calon pendaftar perlu memilih jalur paling sesuai dengan kondisi dan prestasinya.
Kategori non akademis kerap luput dari perhatian calon pendaftar. Padahal jalur ini tidak memasang ambang IPK, sehingga mahasiswa dengan nilai pas-pasan tapi punya prestasi di luar kelas tetap punya kesempatan.
Syaratnya jelas: sertifikat harus minimal tingkat provinsi dan diterbitkan dalam tiga tahun terakhir. Bidang yang diakui mencakup olahraga, kesenian, dan budaya. Video talenta 30 detik berfungsi sebagai pelengkap bukti keahlian.
Bagi pelamar dari daerah, jalur ini bisa menjadi pintu masuk tanpa harus bersaing di jalur akademik yang biasanya lebih padat. Yang penting, seluruh dokumen diunggah sesuai ketentuan panitia.
Panitia mengingatkan bahwa pendaftaran ditutup 30 September 2026. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui beasiswabaktibca.bca.co.id/apply, tanpa perlu mengirim berkas fisik.
Calon pendaftar disarankan menyiapkan dokumen lebih awal. Surat rekomendasi dari RT/RW untuk jalur bantuan finansial biasanya butuh waktu pengurusan, begitu pula sertifikat prestasi bagi pelamar jalur non akademis.
Informasi resmi soal Beasiswa Bakti BCA bisa dicek di laman bca.co.id/id/tentang-bca/CSR/Bakti-BCA/bakti-pendidikan/beasiswa-bakti-bca. Sejumlah kampus seperti USU dan Unisma juga telah mengonfirmasi pembukaan program ini.
Sejak 1999, program ini telah menghasilkan lebih dari 9.200 penerima. Mereka tergabung dalam komunitas Bakti Champions yang tetap terhubung setelah masa beasiswa berakhir.
| Pendaftaran | 3 Agustus – 30 September 2026 |
| Jenjang | Mahasiswa S1 (Non Vokasi) PTN, semester 3 |
| Usia maksimal | 21 tahun per 31 Desember 2025 |
| Total penerima sejak 1999 | 9.200+ ("Bakti Champions") |
| Daftar | beasiswabaktibca.bca.co.id/apply |
Sumber: bca.co.id (resmi), dikonfirmasi silang USU dan Unisma.