Pencarian

Pramono Minta Danantara Danai LRT Jakarta, Butuh Rp 2,7 T ke Dukuh Atas

Kamis, 17 September 2026 • 08:49:32 WIB
Pramono Minta Danantara Danai LRT Jakarta, Butuh Rp 2,7 T ke Dukuh Atas

PAPUA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Pengelola Investasi Danantara ikut mendanai perpanjangan LRT Jakarta menuju Dukuh Atas yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,7 triliun. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat keduanya menjajal LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai, Rabu (16/9/2026). Selama ini pembangunan LRT Jakarta sepenuhnya mengandalkan kas Pemerintah Provinsi DKI.

Pramono beralasan, pembangunan jalur LRT selama ini hanya dibiayai APBD DKI. Ia meminta Prabowo memberi lampu hijau agar Danantara masuk sebagai sumber pendanaan alternatif.

"Nah kalo bapak izinkan sebenarnya tinggal dibantu sedikit dengan Danantara. Kan selama ini Jakarta sendiri pak," ucap Pramono kepada Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menanggapi permintaan itu dengan nada bercanda. Ia menyebut Jakarta sebagai provinsi kaya. "Jakarta kaya," ujar Prabowo sambil tertawa.

Peresmian Jalur Manggarai dan Angka Investasinya

Perpanjangan LRT Jakarta hingga Stasiun Manggarai resmi dioperasikan Prabowo pada hari yang sama. Jalur yang sebelumnya berakhir di Velodrome, Jakarta Timur, kini tersambung sampai Manggarai, Jakarta Selatan.

Proyek sepanjang 12,2 kilometer itu menelan investasi Rp 12,1 triliun. Dengan tambahan jalur baru, LRT Jakarta kini melewati 11 stasiun: Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Rp 2,7 Triliun untuk Sepuluh Kilometer Terakhir

Pramono menghitung, perpanjangan dari Manggarai ke Dukuh Atas membutuhkan dana sekitar Rp 2,7 triliun. Pengerjaannya ditargetkan mulai awal 2027.

Sejumlah opsi pembiayaan disiapkan. "Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," terang Pramono dalam konferensi pers usai peresmian.

Ia juga menyinggung ketersediaan dana awal untuk tahap pengerjaan, seraya meminta konfirmasi kepada Direktur Utama LRT Jakarta yang hadir dalam acara itu.

Menyambung JIS hingga Stasiun Whoosh

Peta pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Dukuh Atas. Pramono menyebut dua jalur baru akan dibangun: dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS), dan dari Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.

"Tetapi yang saya bahagia dan saya happy adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita akan lanjutkan sampai dengan JIS dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh," ucapnya.

Dua jalur itu akan menjadikan LRT Jakarta simpul penghubung antara kawasan permukiman padat di utara, kawasan olahraga di JIS, dan jaringan kereta cepat Jakarta-Bandung. Bagi penumpang Whoosh yang hendak ke Jakarta bagian timur dan utara, koneksi ini memangkas ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Bagi warga DKI, kelanjutan proyek ini bergantung pada kepastian pendanaan. Jika Danantara masuk, beban APBD Jakarta berkurang dan target operasi 2029 menuju Dukuh Atas berpeluang lebih realistis. Sebaliknya, tanpa tambahan dana, pengerjaan awal 2027 bisa tergeser mengikuti kemampuan kas daerah.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks