JAYAPURA — Kepolisian Daerah Papua menyiapkan 552 personel untuk menghadapi berbagai potensi tanggap bencana di wilayah hukum Polda Papua melalui Operasi Aman Nusa Cartenz II-2026. Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan kesiapan tersebut merupakan langkah antisipasi agar Polri dapat memberikan respons cepat dan terukur ketika terjadi bencana.
Rencana kontingensi operasi itu mencakup penanganan berbagai potensi bencana, seperti gempa bumi, tsunami, likuefaksi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta kecelakaan transportasi darat, laut, dan udara.
Personel yang disiapkan tergabung dalam sejumlah satuan tugas, antara lain Satgas Pencarian dan Pertolongan, Satgas Pengungsian dan Perlindungan, Satgas Dokkes, Satgas Penyelidikan dan Penyidikan, Satgas Humas, serta Satgas Bantuan Operasi.
"Untuk itu pelibatan 552 personel tersebut akan disesuaikan dengan jenis, skala dan karakteristik bencana yang terjadi di lapangan," ujar Cahyo.
Polda Papua juga menerapkan pola dukungan antarwilayah melalui rayonisasi. Satuan kewilayahan di sekitar lokasi bencana dapat memberikan bantuan personel dan peralatan sesuai kebutuhan.
Koordinasi dilakukan bersama BPBD, Basarnas atau Basarda, TNI, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya. Kerja sama itu mendukung pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
"Kesiapsiagaan ini menjadi bagian penting dalam memastikan Polri dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana, termasuk dalam proses pencarian dan pertolongan, evakuasi, pengamanan lokasi serta pelayanan kepada masyarakat yang terdampak," kata Cahyo.
Polda Papua mengajak masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. Warga diminta tidak panik apabila terjadi keadaan darurat, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan segera melaporkan setiap kejadian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.