Relawan RI Pakai ChatGPT Bantu Anjing Shelter Cari Adopter

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:05:31 WIB

PAPUA — Atika Sulistyan, relawan asal Jakarta, memanfaatkan ChatGPT untuk menyusun bio adopsi anjing shelter dan membangun Find Your Pawfect Match, situs matchmaking yang mencocokkan calon pemilik dengan ras anjing sesuai gaya hidup. Platform ini menyediakan kuis 10 pertanyaan plus direktori shelter di berbagai wilayah Indonesia. Pendekatan ini menyorot peran AI sebagai alat pemecah masalah sosial, bukan sekadar produktivitas kerja.

Relawan asal Jakarta, Atika Sulistyan, mengembangkan dua solusi berbasis ChatGPT untuk memperbaiki proses adopsi anjing telantar di Indonesia. Keduanya dirancang menjawab persoalan yang ia temui langsung saat bertugas di sebuah shelter: profil adopsi yang lemah dan ketidakcocokan antara calon pemilik dengan karakter anjing.

Bio Adopsi yang Lebih Terukur

Saat mulai aktif sebagai relawan, Atika mencatat kualitas bio anjing di shelter jauh dari ideal. Ada yang ditulis terlalu panjang dengan nada sedih, ada pula yang terlalu singkat sehingga terasa dingin dan administratif.

Jumlah relawan yang terbatas memperparah keadaan. Waktu mereka habis untuk membersihkan kandang dan merawat hewan, bukan menulis materi promosi adopsi.

Atika lantas membuat template berbasis ChatGPT agar relawan lain bisa menyusun bio dengan cepat. Template itu memandu penulisan agar karakter terbaik setiap anjing menonjol, sekaligus menggambarkan kebahagiaan yang bisa didapat calon pemilik.

Hasilnya, produksi konten jadi lebih konsisten. Bio yang dihasilkan diharapkan membangun kedekatan emosional lebih kuat dengan calon adopter.

Find Your Pawfect Match: Kuis 10 Pertanyaan untuk Calon Pemilik

Masalah kedua lebih mendasar. Banyak orang memilih anjing berdasarkan ras atau penampilan, tanpa mempertimbangkan apakah karakter hewan itu cocok dengan rutinitas harian mereka.

Contohnya, orang yang betah di rumah bisa keliru memilih Border Collie yang butuh aktivitas fisik tinggi. Sebaliknya, orang yang gemar beraktivitas di luar belum tentu siap dengan kebutuhan perawatan Siberian Husky.

Dari situasi ini, Atika membangun Find Your Pawfect Match lewat ChatGPT. Konsepnya meniru aplikasi pencari jodoh, tetapi mempertemukan calon pemilik dengan ras anjing.

Pengguna menjawab 10 pertanyaan soal gaya hidup dan kondisi mereka. Sistem lalu merekomendasikan jenis atau ras anjing yang paling sesuai dengan jawaban tersebut.

Yang menarik, hasilnya tidak selalu berupa dorongan untuk segera mengadopsi. Jika kondisi pengguna dinilai belum memadai, platform bisa menyimpulkan bahwa mereka belum siap memelihara anjing.

Pesan Kesiapan yang Berpotensi Mengecewakan

Atika mengakui hasil semacam itu bisa membuat sebagian orang kecewa. Namun ia menilai peringatan tersebut penting: memelihara anjing menuntut waktu, biaya, perhatian, dan sumber daya yang tidak kecil.

Tujuan Find Your Pawfect Match karena itu bukan sekadar mencarikan anjing untuk dipelihara. Platform ini berupaya mempertemukan anjing yang tepat dengan pemilik yang tepat.

Semakin cocok pasangan tersebut, semakin kecil peluang anjing kembali ke shelter karena pemiliknya merasa tidak sanggup merawat.

Direktori Shelter di Berbagai Wilayah

Selain kuis matchmaking, Find Your Pawfect Match menyediakan daftar shelter di berbagai wilayah Indonesia. Calon adopter bisa memakai informasi itu untuk mencari tempat penampungan terdekat dan mengetahui opsi adopsi yang tersedia.

Masyarakat yang ingin mencoba mencari anjing telantar untuk diadopsi dapat langsung mengakses Find Your Pawfect Match.

Bagi Atika, pemanfaatan ChatGPT bukan sekadar soal mempercepat pekerjaan relawan. AI dipakai sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan nyata dalam proses adopsi hewan.

Dengan pendekatan itu, ia berharap teknologi membantu lebih banyak anjing telantar menemukan keluarga yang benar-benar sesuai, sekaligus mendorong calon pemilik menimbang kesiapan mereka sebelum memutuskan mengadopsi.

Reporter: Ragil
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top