PAPUA — Perum Bulog menyerap 4.131.492 ton gabah dan beras setara beras hingga 11 Oktober 2026, atau 103,29 persen dari target pemerintah 4 juta ton. Realisasi itu menjadi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog dan melampaui capaian 2025 yang sebesar 3.191.969 ton. Lonjakan serapan ini ditopang kenaikan produksi padi nasional 13,29 persen pada 2025.
Rekor pengadaan Bulog berjalan seiring perbaikan produksi di sentra padi. Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi nasional sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, naik 13,29 persen dari 53,14 juta ton pada 2024. Setelah dikonversi menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksinya mencapai 34,69 juta ton atau bertambah 4,07 juta ton.
Luas panen ikut melebar 12,69 persen menjadi 11,32 juta hektare. Kenaikan produksi dan luas panen inilah yang memberi Bulog ruang menyerap hasil petani lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Perbaikan tidak hanya terjadi pada beras. Produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,16 juta ton, naik 6,74 persen dari 15,14 juta ton pada 2024. Angka ini memperkuat pasokan bahan pangan sekaligus pakan ternak.
Pemerintah menopang capaian tersebut lewat kebijakan harga gabah, pembangunan irigasi, dukungan sarana produksi, hingga inovasi pertanian di sejumlah wilayah. Bagi Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan adalah bagian dari daya tahan bangsa menghadapi ketidakpastian global dan perubahan iklim.
"Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup," kata Prabowo dalam sambutan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, 19 September 2026. Ia juga menekankan kesiapan pemerintah mengantisipasi risiko El Nino dan kekeringan.
Di sisi cadangan, Badan Pangan Nasional mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah berada di kisaran 4,6 juta ton per 18 September 2026. Stok sebesar itu menjadi bantalan pemerintah untuk menahan gejolak harga di pasar.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut capaian pengadaan sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak di sentra produksi. "Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal," ujarnya dalam keterangan resmi Bulog, Jumat (9/10/2026).
Pemerintah melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta menyiapkan bantuan beras bagi 33,24 juta penerima untuk periode Oktober–Desember 2026. Setiap penerima mendapat 10 kilogram per bulan, disalurkan bertahap sesuai ketentuan.
Bagi rumah tangga sasaran, bantuan ini mengurangi beban belanja pangan di tengah harga yang fluktuatif. Bagi petani, serapan Bulog yang melampaui target memberi kepastian pasar atas hasil panen mereka.
Rekor pengadaan 2026 menempatkan Bulog pada posisi yang lebih kuat dibanding dua tahun sebelumnya. Dengan stok CBP 4,6 juta ton dan produksi padi yang tumbuh dua digit, ruang pemerintah menjaga stabilitas pangan tahun depan terbilang lebih lebar — meski risiko El Nino tetap perlu diwaspadai.