Kebakaran Hutan Indonesia Picu Kabut Asap di Papua Nugini, NWS Peringatkan Risiko Kesehatan Warga

Penulis: Ragil  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:46:02 WIB
Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Papua Nugini akibat kebakaran hutan di Indonesia.

JAYAPURA — Kasis Inape, Asisten Direktur Layanan Iklim di Layanan Meteorologi Nasional Papua Nugini (PNGNWS), menyatakan kabut asap yang terlihat di seluruh PNG berasal dari kebakaran hutan di Indonesia. Pernyataan itu merujuk pada konfirmasi Badan Meteorologi Nasional (NWS) PNG yang dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg.

Polutan udara halus dan karbon monoksida yang terbawa kabut asap disebut dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan asma, penyakit jantung, atau masalah pernapasan.

Lebih dari 1,9 Juta Hektare Lahan Terbakar di Indonesia

Indonesia tengah menghadapi krisis kebakaran hutan terburuk dalam lebih dari satu dekade. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat lebih dari 1,9 juta hektare lahan terbakar dan lebih dari 100.000 titik api, disertai upaya penegakan hukum di tingkat regional.

Krisis ini didorong pola iklim El Niño yang parah. PNG sendiri juga menghadapi efek El Niño, sehingga kondisi langit berkabut dan berasap terlihat di seluruh negeri.

Kabut Asap Diperkirakan Bertahan hingga November

Inape memperkirakan kabut asap akan terus berlanjut selama belum ada hujan. Menurut perkiraan, hujan baru turun pada November dan diharapkan mengurangi zat pengotor di udara.

"Karena tidak ada hujan, kabut asap ini akan terus berlanjut, tetapi sesuai perkiraan, pada November seharusnya akan turun hujan dan dapat mengurangi zat pengotor di udara sehingga udara dapat menjadi lebih bersih," kata Inape.

Ia menekankan bahwa kabut asap juga menjadi perhatian bagi penerbangan dan sektor kesehatan. Orang dengan asma, anak-anak, dan masalah pernapasan berisiko jatuh sakit.

"Ini juga menjadi perhatian bagi penerbangan dan juga sektor kesehatan. Orang dengan asma, anak-anak, dan masalah pernapasan mungkin jatuh sakit, jadi itu adalah beberapa tindakan pencegahan yang perlu kita ambil," ucapnya.

Langkah Perlindungan yang Dianjurkan NWS

NWS mendorong masyarakat di pedesaan mengambil langkah sederhana untuk melindungi keluarga saat kabut tebal. Warga diminta mengurangi waktu di luar ruangan, menghindari berlari, berolahraga, atau pekerjaan berat saat udara berasap.

Jika harus berada di luar ruangan, masker N95 atau P2 yang terpasang dengan benar dapat membantu melindungi pernapasan dari partikel halus. Warga juga diminta menutup jendela dan pintu saat asap masuk ke rumah, serta menghindari membakar sampah, rumput, atau bahan lain di dekat rumah.

NWS mengimbau siapa pun yang mengalami kesulitan bernapas serius atau nyeri dada agar segera mencari bantuan medis.

Reporter: Ragil
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top