SERUI — Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Kepulauan Yapen itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Roi menyebut stunting bukan sekadar persoalan kesehatan.
Menurutnya, persoalan stunting berkaitan erat dengan pola pengasuhan keluarga, sanitasi, ketahanan pangan, dan pendidikan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar upaya pencegahan dan penurunan stunting berjalan optimal.
Empat Sektor yang Dinilai Menentukan Penurunan Stunting
Roi menilai pelaksanaan Aksi Konvergensi 5 hingga 8 Tahun 2026 penting untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program yang terintegrasi, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Ia pun meminta seluruh pihak dalam TPPS memperkuat kolaborasi.
"Samakan persepsi dalam perencanaan dan aksi demi satu tujuan, agar Yapen bebas stunting," tegas Roi.
Selain itu, Roi mengingatkan para penyuluh keluarga berencana (KB) dan kader agar melaksanakan pendampingan kepada masyarakat dengan penuh dedikasi, integritas, dan rasa kemanusiaan.
BKKBN Papua Soroti Pernikahan Usia Muda dan Jarak Kelahiran
Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provinsi Papua Djonny Suwuh mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendukung program prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, sosialisasi dan edukasi harus dilakukan berkelanjutan, dari tingkat pengambil kebijakan hingga masyarakat.
"Hal ini penting agar seluruh pihak memahami faktor risiko, dampak stunting, serta pentingnya pencegahan sejak dini," jelas Djonny.
Djonny menekankan pentingnya pemahaman bagi remaja yang akan memasuki kehidupan berumah tangga. Persiapan itu mencakup pemenuhan gizi, pendidikan, sanitasi, serta kesiapan fisik dan mental sebelum kehamilan.
Ia menambahkan, stunting dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan. Pernikahan pada usia muda serta jarak kelahiran yang terlalu dekat juga perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan.
Edukasi Dimulai Sejak Masa Remaja
Edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar keluarga memahami risiko stunting dan mampu melakukan pencegahan sejak masa remaja, sebelum kehamilan, hingga pengasuhan anak. Djonny berharap penguatan koordinasi lintas sektor membuat percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen semakin optimal.
"Melalui kegiatan ini, dan penguatan koordinasi lintas sektor, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen semakin optimal, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas SDM di daerah," jelasnya.
Pemkab Kepulauan Yapen menargetkan rencana aksi dari kegiatan ini dapat diterapkan secara nyata di seluruh distrik dan kampung. Seluruh rangkaian aksi konvergensi tahun 2026 menjadi dasar penyusunan program lintas sektor berikutnya.