Pencarian

100 Petugas Kesehatan Sisir Pegunungan Simbu Papua Nugini untuk Perangi Stunting Anak

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:28:12 WIB
100 Petugas Kesehatan Sisir Pegunungan Simbu Papua Nugini untuk Perangi Stunting Anak
Seratus petugas kesehatan dikerahkan untuk survei gizi di pegunungan Simbu, Papua Nugini.

JAYAPURA — Sebanyak 100 lebih Asisten Kesehatan Desa (VHA) mulai dikerahkan ke pelosok Distrik Kundiawa Gembogl, Provinsi Simbu, Papua Nugini, untuk menjalankan survei pemantauan gizi rumah tangga. Langkah ini merupakan bagian dari intervensi besar di bawah Proyek Gizi Anak dan Perlindungan Sosial (CNSP) untuk mengatasi krisis stunting yang mengancam generasi mendatang.

Petugas lapangan menyisir empat wilayah pemerintahan tingkat lokal, termasuk Mitnande, guna mengidentifikasi kondisi kesehatan ibu hamil dan anak di bawah usia lima tahun. Survei yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan ini menjadi krusial mengingat angka stunting di wilayah pegunungan tersebut masih mencerminkan tren nasional yang mengkhawatirkan.

Fokus Gizi 1.000 Hari Pertama dan Penggunaan Garam Beryodium

Ahli Gizi dari Departemen Kesehatan Nasional (NDoH) Papua Nugini, Helen Palik, mengungkapkan bahwa bukti stunting sudah ditemukan pada komunitas di sekitar Gunung Wilhelm. Ia menekankan pentingnya asupan nutrisi yang tepat selama 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Wanita hamil dan menyusui membutuhkan asupan yodium yang lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan anak dan untuk memberikan nutrisi yang cukup melalui pemberian ASI eksklusif," ujar Helen Palik saat memberikan edukasi kepada masyarakat setempat.

Ia juga mendorong para ibu di perdesaan untuk lebih disiplin menggunakan garam beryodium serta mengonsumsi makanan dari empat kelompok gizi seimbang. Upaya ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di Kundiawa Gembogl dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Kolaborasi Lintas Departemen dan Dukungan Bank Dunia

Proyek penanganan stunting ini mencatat sejarah baru di Papua Nugini karena melibatkan kolaborasi tiga lembaga pemerintah sekaligus. Departemen Kesehatan Nasional bekerja sama dengan Departemen Pengembangan Masyarakat dan Agama, serta Departemen Kehakiman dan Jaksa Agung.

Inisiatif ini mendapat sokongan pembiayaan dari Bank Dunia dan dilaksanakan di empat provinsi prioritas, yakni Simbu, Madang, East New Britain, dan Western. Di lapangan, tim VHA bekerja di bawah pengawasan ketat Otoritas Kesehatan Provinsi Simbu dan organisasi Save the Children guna memastikan akurasi data pemantauan.

Tantangan Geografis di Balik Kesuburan Lereng Gunung Wilhelm

Meskipun wilayah Kundiawa Gembogl dikenal memiliki tanah vulkanik yang subur untuk pertanian kentang, brokoli, hingga wortel, akses layanan kesehatan tetap menjadi tantangan berat. Sebagian besar warga di wilayah Mitnande tampak memiliki gizi yang baik secara fisik, namun jangkauan imunisasi dan pemantauan medis terkendala medan berbukit.

Warga di komunitas pedalaman seperti Tar, Augl, dan Mondia Pass di perbatasan Simbu–Madang, seringkali harus berjalan kaki dalam waktu lama untuk mencapai fasilitas medis terdekat. Kondisi geografis yang ekstrem ini menempatkan ibu hamil pada risiko tinggi jika tidak mendapatkan intervensi kesehatan tepat waktu.

Guna mempermudah mobilisasi, petugas kesehatan di lapangan seperti Sr. Clara Moro dari Pos Kesehatan Masyarakat Kangir turut mengerahkan ambulans untuk membantu tim survei. Partisipasi aktif masyarakat lokal diharapkan mampu mempercepat pendataan sekitar 5.000 penduduk di wilayah tersebut guna memutus rantai masalah gizi buruk di dataran tinggi.

Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks