SENTANI — Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengakui selama ini standar pelayanan di instansinya masih mengandalkan cara otodidak. Hal itu mendorongnya berdiskusi dengan Kementerian Investasi/BKPM hingga merekomendasikan kerja sama dengan perbankan.
"Terwujudnya pelatihan ini tak lepas dari hasil diskusi saya dengan kementerian investasi tentang beberapa hal yang direkomendasikan, yakni peningkatan SDM bisa menggandeng pihak Bank Mandiri," kata Gustaf kepada wartawan di Sentani.
Materi Pelatihan: Dari Cara Berpakaian hingga Gestur Tubuh
Pelatihan yang digelar di aula DPM-PTSP Kabupaten Jayapura itu menghadirkan pemateri dari Bank Mandiri. Materi yang diberikan mencakup etika berpakaian, teknik komunikasi dengan masyarakat, hingga gestur tubuh saat melayani pemohon perizinan.
Kepala Cabang Bank Mandiri Sentani-Kemiri, Amelin Desy Conny Lumopa, mengatakan materi yang dibawakan merupakan standar pelayanan atau service excellence yang selama ini diterapkan di lingkungan perbankan. "Harapannya semua pegawai di DPM-PTSP, khususnya di bagian pelayanan publik, dapat mengaplikasikan apa yang sudah disampaikan terkait pelayanan atau servis terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.
Bukan Sekadar Pelatihan, Ada Rencana KUR untuk Kampung
Gustaf Griapon menambahkan, kerja sama dengan Bank Mandiri tidak berhenti pada pelatihan SDM. Ke depan, pihaknya akan menggandeng bank pelat merah itu untuk turun ke kampung-kampung menggunakan dana Otsus, khususnya untuk mendorong UMKM dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Waktu kami jalan ke kampung, ada masyarakat bertanya jika kita ingin kredit di Bank mana? Walaupun kita belum MoU secara tertulis, tetapi eksekusinya sudah mulai sekarang ini," ungkap Gustaf.
Mengapa Bank Mandiri Dilibatkan?
Pemilihan Bank Mandiri sebagai mitra pelatihan bukan tanpa alasan. Selain memiliki jaringan luas di Papua, bank ini dinilai memiliki pengalaman dalam pembiayaan UMKM dan program KUR yang bersubsidi pemerintah. Dengan pelatihan ini, para staf PTSP diharapkan tidak hanya ramah dalam melayani, tetapi juga mampu mengarahkan warga yang ingin mengakses permodalan.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil di kampung-kampung Kabupaten Jayapura yang selama ini kesulitan mendapatkan informasi dan akses kredit perbankan. Jika terealisasi, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan dana Otsus bisa menjadi model pelayanan publik yang lebih terintegrasi.