JAYAPURA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua resmi menjalin kemitraan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan langsung di lingkungan kampus UGM, Yogyakarta, Jumat.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menekankan bahwa penguatan sektor kesehatan merupakan fondasi krusial bagi generasi masa depan. Menurutnya, akses kesehatan yang mumpuni akan melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
"Papua membutuhkan dukungan perguruan tinggi terbaik untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM," ujar Fakhiri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jayapura.
Mengapa Sektor Kesehatan Jadi Prioritas Utama Pembangunan Papua?
Fakhiri menjelaskan pemilihan UGM didasari reputasi kampus tersebut sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia yang telah banyak melahirkan tenaga profesional. Fokus awal kolaborasi ini diarahkan pada pembenahan mutu layanan kesehatan di berbagai wilayah Papua.
Selain perbaikan fasilitas, program ini menitikberatkan pada penyiapan tenaga kesehatan asli Papua agar memiliki kompetensi yang setara dengan standar nasional. Pemprov Papua menilai keberadaan tenaga medis lokal sangat vital untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
"Kualitas kesehatan masyarakat menjadi syarat utama dalam menciptakan SDM Papua yang unggul di masa depan," katanya lagi.
UGM Komitmen Dukung Riset dan Pengabdian Masyarakat di Papua
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menyatakan kesiapan institusinya mendukung penuh pembangunan di Papua. Komitmen ini akan diwujudkan melalui integrasi program pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.
"Oleh sebab itu kerja sama tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua," kata Arie Sujito menanggapi kolaborasi tersebut.
Kemitraan ini nantinya melibatkan kolaborasi lintas fakultas secara optimal. Beberapa yang menjadi ujung tombak adalah Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) guna memastikan program peningkatan derajat kesehatan berjalan efektif.
Perluasan Kerja Sama ke Bidang Pendidikan dan Penelitian
Meski kesehatan menjadi pintu masuk utama, cakupan kerja sama ini dipastikan akan meluas ke bidang penelitian dan pengabdian masyarakat lainnya. Pemprov Papua menginginkan adanya transfer pengetahuan yang lebih masif melalui kehadiran civitas akademika UGM di daerah.
Fakhiri berharap para dosen dan mahasiswa UGM tidak hanya memberikan teori, tetapi hadir langsung di lapangan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memetakan kondisi riil masyarakat serta ikut terlibat dalam mencari solusi atas tantangan pembangunan di daerah.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan publik. Dengan dukungan riset dari perguruan tinggi, setiap program pembangunan di Papua diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak panjang.