MIMIKA — Bupati Asmat Thomas E. Safanpo melontarkan kritik tajam terhadap sistem penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) di lingkungan pemerintah daerah. Dalam sambutannya saat melantik empat pejabat pimpinan pratama di sebuah hotel di Jalan Yos Sudarso, Mimika, Papua Tengah, Rabu (13/5/2026), ia menyebut banyak SKP yang tidak mencerminkan kinerja riil ASN.
Banyak ASN Jarang Masuk, SKP Tetap Bagus
Bupati menyayangkan sikap para pimpinan OPD yang cenderung memberi nilai baik kepada semua aparatur tanpa evaluasi yang jujur. Kondisi ini dinilai merusak sistem meritokrasi dan menghambat perbaikan birokrasi di Asmat.
"Banyak yang tidak jelas kinerjanya, masuk kantornya jarang tapi SKPnya bagus, ini bagaimana. Begitu kita angkat dalam jabatan, cari tanda tangannya saja pegawai harus datang ke rumahnya, karena dia tidak pernah masuk kantor. Nah, yang salah ini siapa," kata Thomas Safanpo.
Instruksi Tegas: Berani Beri Nilai Cukup atau Kurang
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati meminta agar ke depan penilaian kinerja dilakukan secara objektif. Jika kinerja ASN di bawah standar, pimpinan OPD harus berani memberikan nilai cukup atau kurang, bukan sekadar nilai baik tanpa dasar.
"Hal yang macam-macam begini harus diperbaiki ke depan. Para pimpinan OPD, saya mohon ini menjadi perhatian kita bersama," pungkasnya.
Empat Pejabat Baru Dilantik di Tengah Peringatan Keras
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bupati untuk menekankan komitmennya dalam membersihkan praktik manipulatif di tubuh birokrasi. Empat pejabat yang dilantik adalah Jamaluddin, S.Sos (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika), Yonathan Kambu, SKM., M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan), Margaretha Wabiser, SE (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), dan Melianus Jitmau, SH., M.Si (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan).
Kritik Bupati ini menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi kinerja ASN di Asmat akan diperketat. Para kepala OPD kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa mereka mampu menilai anak buahnya secara profesional, tanpa takut konflik internal.