PT Pertamina Patra Niaga resmi mengalihkan status 13 SPBU di Jabodetabek menjadi SPBU Signature yang khusus melayani bahan bakar non-subsidi. Transformasi ini menghentikan penjualan Pertalite di belasan titik tersebut demi mengoptimalkan layanan premium bagi segmen konsumen tertentu. Pertamina menjamin pasokan BBM subsidi tetap tersedia normal di jaringan SPBU reguler sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga menghentikan penjualan Pertalite di sejumlah titik pengisian bahan bakar Jabodetabek. Kebijakan ini menyusul peralihan status unit tersebut menjadi SPBU Signature. Format baru ini menawarkan pengalaman eksklusif bagi pengguna Pertamax Series dan Dex Series.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan perubahan status ini berdasarkan pengajuan pengelola SPBU. SPBU Signature fokus menyediakan layanan modern dan lengkap bagi pasar premium. Karena orientasi tersebut, fasilitas ini tidak lagi menyalurkan BBM subsidi atau komoditas penugasan pemerintah.
“SPBU tersebut mengajukan program peningkatan status menjadi SPBU Signature yang memang tidak menjual BBM Subsidi,” ujar Roberth, Sabtu (9/5/2026). Salah satu titik yang telah menerapkan konsep ini secara penuh berada di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Segmentasi Layanan Layaknya Perbankan Prioritas
Pertamina menganalogikan SPBU Signature dengan diferensiasi layanan di sektor perbankan atau transportasi publik. Konsep ini memberikan pilihan bagi konsumen yang memprioritaskan kecepatan dan kenyamanan ekstra. Layanan ini menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas tambahan di luar sekadar mengisi BBM.
Roberth menilai fenomena ini lumrah dalam industri jasa, seperti gerbong kereta luxury atau kelas bisnis maskapai penerbangan. Di sektor keuangan, model ini identik dengan nasabah prioritas yang mendapat area khusus. Fasilitas premium tersebut tidak ditemukan pada layanan reguler.
Pertamina menjamin pengguna Pertalite tidak akan kesulitan mendapatkan akses bahan bakar meski belasan titik berubah status. Distribusi BBM subsidi tetap berjalan normal di SPBU reguler yang lokasinya berdekatan dengan unit Signature. Perusahaan menegaskan tetap memegang mandat sebagai pelaksana Penugasan Pemerintah (PSO).
Daftar 13 Lokasi SPBU Pertamina Signature
Hingga Mei 2026, 13 SPBU telah bertransformasi menjadi layanan Signature di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebagian besar titik tersebut tersebar strategis di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Berikut daftar lengkap SPBU yang kini hanya melayani BBM nonsubsidi:
- Jakarta Barat: Jl. S. Parman No.70 (Slipi), Jalan Peternakan II No.18 (Cengkareng), dan Jl. Pos Pengumben (Srengseng Kembang).
- Jakarta Selatan: Jl. Sultan Iskandar Muda (Kebayoran), Jl. Fatmawati No.6 (Cilandak), Jl. Pangeran Antasari No.10, dan Jl. Raya Pasar Minggu.
- Jakarta Pusat & Timur: Jl. Cideng Timur No.50 (Gambir), Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, dan Jl. Raya Bina Marga (Ceger).
- Jakarta Utara: Kawasan Perikanan Samudra Muara Baru.
- Depok & Bogor: Kawasan Pondok Rangon (Depok) dan Jl. Raya Letnan Sukarna (Ciampea, Bogor).
Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan kebutuhan pasar di lokasi-lokasi tersebut. Setiap kebijakan perubahan status telah melalui kajian mendalam terkait ketersediaan stok BBM subsidi di area sekitar. Hak masyarakat mendapatkan Pertalite tetap terlindungi melalui jaringan SPBU reguler terdekat.
Transformasi ini memperkuat penetrasi produk nonsubsidi Pertamina di kawasan urban. Pemisahan jalur layanan diharapkan mampu mengurai antrean panjang di SPBU reguler. Langkah ini sekaligus meningkatkan standar pelayanan energi nasional ke level yang lebih modern.