PAPUA — Earth Null School, Windy, ASMC, dan Copernicus Atmosphere Monitoring Service menyediakan visualisasi sebaran asap karhutla lewat layer PM2.5 dan arah angin. Keempat platform ini menampilkan pemodelan partikel halus dari pembakaran biomassa, bukan sekadar polusi jalanan. Bagi pengguna di wilayah terdampak, data ini membantu membaca arah dan ketinggian asap sebelum memutuskan aktivitas luar ruang.
Empat platform pemantauan cuaca global kini jadi rujukan untuk melacak pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masing-masing menyajikan pemodelan sebaran asap (smoke dispersion), kepekatan aerosol, hingga arah angin dengan pendekatan visual yang berbeda.
Kunci pembacaan data ada pada layer PM2.5 kategori biomass burning, yang dikhususkan untuk partikel halus dari asap kebakaran. Layer ini berbeda dari polusi jalanan atau emisi pabrik. Ketinggian angin juga perlu dicek, terutama pada lapisan permukaan atau 10 meter, untuk mengetahui dampak asap yang terhirup langsung.
Earth Null School: Visualisasi Angin Global
Situs earth.nullschool.net menampilkan animasi arah angin Bumi dengan detail halus. Pengguna perlu mencari area Indonesia di globe, lalu klik tulisan "Earth" di pojok kanan untuk membuka panel pengaturan.
Pada panel tersebut, pilih "PM2.5" sebagai overlay dan mode "Particulates". Untuk animasi, pilih "Wind" agar visual yang muncul lebih sesuai dengan pergerakan partikel di lapisan atmosfer.
Windy: Layer PM2.5 dan Aerosol
Windy.com mendeteksi asap karhutla lewat penggantian lapisan peta. Pengguna cukup mengaktifkan layer "PM2.5" atau massa jenis aerosol (Aerosol) untuk melihat gumpalan asap yang bergerak mengikuti animasi arah angin.
Selain lewat situs windy.com, pemantauan juga tersedia melalui aplikasi Windy di smartphone. Fitur ini memudahkan pengecekan cepat saat berada di luar ruangan.
ASMC: Platform Resmi Negara ASEAN
ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) lewat asmc.asean.org menyediakan Haze Trajectory (lintasan asap) dan Wind Forecast (prakiraan angin). Platform ini dikelola negara-negara Asia Tenggara khusus untuk memantau karhutla transnasional.
ASMC juga menampilkan sebaran hotspot dari level low hingga high, serta tingkatan kabut dari moderate hingga dense. Data ini berguna untuk membaca dampak lintas batas, terutama saat asap menyeberang ke negara tetangga.
Copernicus Atmosphere Monitoring Service
CAMS melalui halaman atmosphere.copernicus.eu/global-forecast-plots menampilkan prakiraan UV Index, karbon monoksida, hingga Aerosol Optical Depth. Pulau-pulau di Indonesia ikut tercakup dalam peta pemantauan global tersebut.
Kombinasi keempat platform memungkinkan pembacaan asap dari sisi berbeda: arah angin permukaan, kepekatan partikel, lintasan lintas negara, dan konsentrasi gas. Pengguna di wilayah terdampak bisa memanfaatkannya sebagai rujukan awal sebelum mengatur aktivitas harian.