Pencarian

Laba ADHI dan PTPP Melonjak di Kuartal III 2026, Arus Kas Operasi Tetap Negatif

Senin, 26 Oktober 2026 • 11:23:32 WIB
Laba ADHI dan PTPP Melonjak di Kuartal III 2026, Arus Kas Operasi Tetap Negatif
Laba bersih ADHI naik 247,05% menjadi Rp 15,34 miliar pada kuartal III 2026.

PAPUA — Laba bersih PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melonjak 247,05% menjadi Rp 15,34 miliar dan PT PP Tbk (PTPP) melesat 4.583% ke Rp 259,96 miliar hingga September 2026. Di balik lonjakan itu, arus kas operasional kedua emiten BUMN Karya justru berbalik negatif, menjadi sorotan menjelang merger yang ditargetkan rampung akhir November 2026.

Laporan keuangan kuartal III 2026 memperlihatkan pola serupa di dua emiten konstruksi pelat merah: laba naik, tetapi pendapatan menyusut dan kas dari operasi terkuras. Kinerja itu menjadi perhatian investor di tengah rencana pemerintah merestrukturisasi BUMN Karya lewat merger.

Laba ADHI Naik 247%, Ditopang Penurunan Beban

ADHI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,34 miliar hingga kuartal ketiga 2026. Angka itu melonjak 247,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,42 miliar.

Pendapatan ADHI justru turun dari Rp 5,65 triliun menjadi Rp 5,37 triliun secara tahunan. Laba yang tumbuh ditopang penurunan sejumlah beban, di antaranya beban penjualan dari Rp 8,9 miliar menjadi Rp 6,75 miliar dan beban pajak penghasilan tidak final dari Rp 9,07 miliar menjadi Rp 4,93 miliar.

Yang menjadi catatan, arus kas bersih dari aktivitas operasi ADHI berbalik negatif menjadi minus Rp 475,12 miliar. Posisi itu berbanding terbalik dengan arus kas operasional positif Rp 328,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

PTPP: Laba Melesat, Pendapatan Menyusut

PT PP Tbk mencatatkan laba bersih Rp 259,96 miliar hingga September 2026, melonjak 4.583% dari Rp 5,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan PTPP turun dari Rp 10,73 triliun menjadi Rp 9,37 triliun.

Salah satu penopang laba PTPP adalah peningkatan keuntungan selisih kurs akibat penjabaran laporan keuangan, dari Rp 25,94 miliar menjadi Rp 57,88 miliar secara tahunan. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat minus Rp 2,62 triliun, jauh lebih besar dibandingkan minus Rp 656,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

WSKT Masih Merugi, tetapi Membaik

Waskita Karya masih membukukan rugi bersih Rp 2,87 triliun hingga September 2026, menyusut dari rugi Rp 3,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan WSKT naik menjadi Rp 8,12 triliun dari Rp 5,28 triliun.

Perseroan juga mencatat penurunan beban non-contributing plant menjadi Rp 6,56 miliar dari Rp 19,08 miliar. Arus kas operasional WSKT masih negatif Rp 1,14 triliun, meski membaik dibandingkan minus Rp 1,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) belum menyampaikan laporan kinerja keuangan kuartal ketiga 2026 hingga berita ini ditulis pada Senin (26/10).

Merger Empat BUMN Karya Dikejar Rampung Akhir November

Pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN bersama Danantara Indonesia berencana menuntaskan restrukturisasi BUMN Karya melalui merger pada akhir tahun ini. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menargetkan penggabungan rampung paling lambat akhir November 2026.

Empat perusahaan akan digabungkan dalam dua pasangan, yakni PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero), serta ADHI dengan PTPP.

"Ini kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November sudah selesai," ujar Dony di Jakarta, Kamis (8/10).

Setelah merger, penyehatan perusahaan dilanjutkan melalui divestasi aset yang tidak berkaitan dengan bisnis inti. Seluruh hasil divestasi dialokasikan untuk mengurangi sisa utang operasional sebelum perusahaan menjalani restrukturisasi utang tahap akhir sesuai kapasitas pembayaran masing-masing.

"Jadi, satu per satu perusahaan itu kita selesaikan secara baik karena saya tidak mau setelah hari ini cuma dipoles-poles, kemudian nanti menjadi

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks