NDUGA — Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyatakan kontak tembak terjadi ketika personel melakukan pemeriksaan wilayah. Kelompok bersenjata disebut lebih dulu melepaskan tembakan ke arah aparat. "Ketika personel melakukan pemeriksaan wilayah, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi kontak tembak," kata Riyanto dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Tim patroli Satgas Rajawali VI Den 1 bergerak ke kawasan permukiman Kampung Nonggoloit setelah menerima informasi soal keberadaan kelompok bersenjata. Setelah baku tembak berakhir, personel menyisir lokasi yang diduga menjadi titik kelompok tersebut melepaskan tembakan.
Dua Jenazah Ditemukan Saat Penyisiran Lokasi
Dalam penyisiran itu, petugas menemukan dua orang meninggal dunia yang diduga anggota kelompok bersenjata. "Tim menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar Riyanto.
Anggota kelompok bersenjata lainnya dilaporkan meninggalkan tempat kejadian perkara. TNI belum memastikan identitas kedua orang yang ditemukan tewas tersebut. "Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," lanjutnya.
Barang Bukti: Rp 88 Juta hingga 18 Unit Ponsel
Petugas mengamankan dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi handy talky, dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai Rp 88 juta. Riyanto mengatakan seluruh barang tersebut diamankan untuk pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyitaan 18 unit ponsel menandakan kelompok tersebut masih aktif berkomunikasi antaranggota maupun dengan pihak luar. Perangkat HT menambah gambaran soal jaringan komunikasi yang dipakai di medan pegunungan Nduga.
Panglima Habema Minta Jenazah Ditangani Layak
Riyanto menyatakan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam kontak tembak tersebut. Dia menegaskan aparat tetap harus menangani ancaman bersenjata dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.
"Setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati. Namun setiap ancaman bersenjata terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional," tuturnya.
"Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya tanpa rasa takut," tambahnya.
Riyanto juga meminta anggotanya menangani kedua jenazah secara layak dan bermartabat. Dia mengajak pihak-pihak yang masih terlibat kekerasan menghentikan konflik dan membuka ruang dialog.
Ajakan Dialog bagi Warga yang Masih di Hutan
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," ucapnya.
Kabupaten Nduga termasuk wilayah yang kerap menjadi lokasi kontak senjata antara aparat dan kelompok bersenjata. Distrik Kenyam sendiri merupakan pusat pemerintahan kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua.
Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada laporan resmi soal korban dari pihak TNI maupun warga sipil. Pemeriksaan terhadap barang bukti dan identifikasi kedua jenazah masih berlangsung.