JAKARTA — Kunjungan Yanni ke Kantor Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Jakarta berlangsung hangat. Di sela pertemuan itu, Nia Zulkarnaen dan Herwin Meiliantina menyiapkan kejutan hadiah ulang tahun untuknya.
Yanni bertemu dan berbincang bersama rekan-rekannya di kantor tersebut. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Komite Velix Wanggai, Ari Sia Saleh, Ali Hamdan Bogra, dan Ignas Yogo.
Ulang Tahun Lewat, Perhatian Sahabat Tetap Datang
Hari ulang tahun Yanni sudah berlalu pada 6 Oktober. Namun dua sahabatnya tetap memberi perhatian beberapa hari setelah tanggal istimewa itu.
Kejutan berlangsung di tengah obrolan dan keakraban bersama rekan-rekan di kantor komite. Suasana pertemuan yang bersifat kerja itu berubah cair dengan hadiah dari Nia dan Herwin.
"Walau ulang tahun sudah lewat, saya masih diberi hadiah ulang tahun. Terima kasih kepada dua adik saya, Nia Zulkarnaen dan Herwin Meiliantina, atas perhatiannya," ungkap Yanni.
Persahabatan yang Dirawat Lewat Perhatian Sederhana
Perhatian dari Nia dan Herwin menjadi ungkapan kasih sayang yang sederhana. Bagi Yanni, kepedulian tidak harus menunggu hari istimewa untuk datang.
Persahabatan, menurutnya, tumbuh dari ketulusan. Orang-orang yang berjalan bersama tetap saling mengingat, menguatkan, dan memberi ruang untuk bertumbuh.
"Saya sangat terharu. Ketika pertemanan dibangun dengan hati, kebersamaan menjadi ruang untuk saling menguatkan, mendukung, dan tumbuh bersama. Itulah kehangatan yang membuat persahabatan layak dirawat sepanjang perjalanan," ungkap Yanni.
Ruang Saling Menguatkan di Tengah Berbagai Peran
Persahabatan punya cara sendiri menjaga seseorang tetap kuat menjalani berbagai peran dan tanggung jawab. Ada teman yang hadir berbagi pikiran, ada yang memberi semangat saat langkah terasa berat.
Kejutan dari Nia dan Herwin menunjukkan bahwa kepedulian tidak menunggu momen resmi. Persaudaraan tumbuh ketika orang-orang bersedia meluangkan waktu untuk membahagiakan satu sama lain.
Pertemuan di Kantor Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua itu pun menjadi pengingat bahwa kehangatan kebersamaan tetap terasa di sela kesibukan kerja.