PAPUA — NASA menetapkan target pendaratan kembali astronot Amerika ke permukaan Bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, bukan sekadar singgah melainkan membangun pangkalan permanen. Badan antariksa AS itu menggandeng SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos sebagai penyedia wahana pendarat berawak. Percepatan ini menandai babak baru eksplorasi Bulan setelah Apollo berakhir lebih dari setengah abad lalu.
Pemimpin NASA Jared Isaacman menyatakan misi Artemis IV menjadi bagian dari pelaksanaan Kebijakan Antariksa Nasional Presiden Donald Trump. Ia menyebut targetnya bukan hanya mengembalikan astronot ke permukaan Bulan, tetapi juga mendirikan Pangkalan Bulan atau Moon Base sebagai fondasi kehadiran manusia secara permanen.
Dua Mitra Swasta Jadi Tulang Punggung Pendarat
SpaceX dan Blue Origin berperan sebagai pengembang sistem pendaratan manusia komersial. Kedua perusahaan itu telah menyederhanakan desain dan mengubah konsep operasi wahana pendarat berawak sepanjang proses kerja sama dengan NASA.
Sebelum misi berawak berjalan, SpaceX dan Blue Origin wajib menuntaskan uji demonstrasi tanpa awak menggunakan wahana pendarat masing-masing. NASA kemudian akan mensertifikasi sistem pendaratan tersebut untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan misi.
Bagaimana Rangkaian Artemis IV Bekerja
Astronot akan meluncur dari Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida menggunakan pesawat ruang angkasa Orion di atas roket Space Launch System (SLS). Setiap misi Artemis menghubungkan sistem pendaratan komersial dengan Orion sebelum membawa dua awak turun ke permukaan Bulan.
Dua astronot akan mendarat, sementara dua lainnya tetap berada di dalam Orion. Untuk pendaratan pertama, NASA menargetkan setidaknya dua jam moonwalk dengan tugas utama mengambil sampel dari permukaan Bulan.
Isaacman menegaskan perlengkapan pendahulu akan didaratkan lebih dulu sebelum awak tiba. Kendaraan penjelajah dan elemen pertama kehadiran permanen manusia di Bulan disebut telah menunggu kedatangan para astronot pada 2028.
Belajar dari Cara Kerja Program Apollo
NASA menyandarkan misi pada kapabilitas inti yang sedang dibangun kembali, termasuk SLS dan Orion yang disebut memiliki dasar terbukti. Isaacman menekankan lembaganya tidak menunggu pasif sementara seluruh komponen disatukan.
"Kami telah memiliki dasar yang terbukti dalam SLS dan Orion, dengan dua wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan bersama Blue Origin dan SpaceX. Tetapi NASA tidak berniat untuk berdiam diri sementara semua bagian disatukan," kata Isaacman dalam siaran pers di situs NASA.
"Bukan seperti itu cara Apollo berhasil, dan bukan seperti itu cara mencapai hal yang hampir mustahil," ujarnya menambahkan. Ia menyebut bengkel mesin NASA beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan untuk menangani jalur kritis.
Jejak Artemis Sejak 2022
Program Artemis dimulai dengan peluncuran roket Artemis 1 pada 16 November 2022 sebagai langkah awal mengembalikan manusia ke Bulan. Awal tahun ini, NASA memperbarui kontrak dengan Blue Origin dan SpaceX untuk sistem pendaratan manusia serta pengiriman kargo besar ke Bulan.
Pembaruan kontrak itu memperkuat posisi kedua mitra swasta sebagai pemasok utama transportasi ke permukaan Bulan. Langkah tersebut sekaligus memangkas ketergantungan NASA pada satu penyedia tunggal.
Bagi industri antariksa, target 2028 menempatkan uji tanpa awak SpaceX dan Blue Origin sebagai tonggak yang harus dilewati lebih dulu. Keberhasilan sertifikasi pendarat komersial akan menentukan apakah jadwal Artemis IV bertahan atau bergeser.